Di posisi tiga, bercokol Jawa Timur (Jatim) yang mengoleksi 20 emas, 28 perak, dan 21 perunggu. Sedangkan posisi empat dihuni Riau dengan raihan enam emas, lima perak, dan tiga perunggu. Sementara di posisi lima ada Jawa Tengah (Jateng) dengan raihan lima emas, lima perak, dan 14 perunggu.
Yang tersingkir dari peta persaingan lima besar justru adalah Banten. Sempat menduduki peringkat dua klasemen, Banten tercecer ke peringkat delapan dengan raihan tiga emas, satu perak, dan enam perunggu. Sedangkan dari 34 kontingen yang ada, sebanyak empat kontingen sama sekali belum meraih medali.
Kontingen Jawa Barat (Jabar) semakin memantapkan diri di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Jabar masih kokoh di puncak klasemen hingga Senin (19/9/2016) pagi WIB.
Jabar mengoleksi 50 emas, 27 perak, dan 31 perunggu. Total, Jabar mengoleksi 108 medali terhitung dari 14-18 September 2016.Raihan itu terpaut cukup jauh dari posisi dua klasemen yang ditempati DKI Jakarta. DKI Jakarta baru mengumpulkan 24 emas, 26 perak, dan 28 perunggu atau total 78 medali.
Mereka adalah Gorontalo, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Meski begitu, peta persaingan di klasemen sementara masih bisa berubah. Sebab hari ini terdapat banyak pertandingan di berbagai venue yang memperebutkan medali.
Jawa Barat Juara Umum Cabor Binaraga PON XIX 2016 | PT. Bestprofit Futures Malang
Binaragawan Jawa Timur berhasil menguasai 2 kelas, yaitu 80 kg dan 85 kg + atas nama Komara dan I Gede Darma Susilo. Tambahan 1 perunggu dihasilkan oleh Syafrizaldi di kelas 75 kg. Sedangkan emas bagi kontingen Jateng diperoleh lewat Mualipi yang bertanding di kelas 60 kg. Perak oleh Mheni di kelas 75 kg dan perunggu hasil perjuangan Bambang di kelas 70 kg.
Pelatih binaraga Jabar, Heli Saptaji Wibowo mengaku sangat puas dengan penampilan atletnya di babak final cabor binaraga. Menurutnya 3 medali emas dan 1 perak adalah hasil kerja keras maksimal para atlet.
"Target utama 3 emas, tapi dengan tambahan 1 perak ini patut disyukuri. Dengan hasil ini kami berhasil memenuhi janji merebut 3 emas kepada KONI Jabar.” Demikian pernyataan Heli Saptaji Wibowo perihal keberhasilan Jawa Barat merebut juara umum cabor binaraga di PON XIX 2016. Seperti dikutip situs resmi PON XIX 2016 (19/9/2016).
Sementara itu peraih medali emas kelas 55 kg Romi Omero mengaku perjuangan yang dilakukannya selama masa persiapan terbayar tuntas. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama ini, sehingga bisa menyumbangkan medali emas untuk Jawa Barat.
"Selama latihan saya habis-habisan, bahkan saya sempat mengalami dehidrasi akibat beratnya latihan,” tutur Roni.
Berita PON XIX 2016: Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum cabang olah raga binaraga pada Pekan olahraga Nasional (PON) XIX yang berlangsung di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (18/9/2016) malam.
Jabar berhasil meraih 3 emas dan 1 medali perak. Disusul oleh kontingen Jawa Timur dengan 2 emas, dan 1 perunggu. Posisi selanjutnya ditempati oleh Jawa Tengah dengan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Medali emas untuk Jabar dihasilkan dari kelas 55 kg atas nama Roni Omero, 65 kg atas nama Imam Setiawan dan 85 kg atas nama Edeng Sambas. Sedangkan 1 medali perak dihasilkan oleh Zaenal yang bertanding dinomer 85 kg +.
Tim Renang DKI Penuhi Target | PT. Bestprofit Futures Malang
Kania mengalahkan perenang senior Patrisia Yosita dari Jawa Timur yang mencatat waktu 27.11 detik. Sementara medali perunggu diperoleh atlet DKI lainnya, Laila Siti Aminah dengan catatan waktu 27.16 detik.
Emas kedua didapat atlet nasional I Gde Siman Sudartawa di nomor 100 meter gaya punggung. Siman mencatat waktu 55.19 detik yang merupakan rekor PON dan rekornas baru. Perak diraih atlet Jawa Barat, Ricky Anggawijaya dengan catatan waktu 57.33 detik dan perunggu didapat atlet Jawa Timur, Glenn Victor Sutanto dengan catatan waktu 58.190 detik.
Tim DKI masih berpeluang menambah medali emas karena ajang renang masih akan berlangsung hingga Selasa (20/9/2016). Pada PON XVIII/2012, tim renang DKI samasekali tak mendapatkan medali emas.
Sementara tim renang Jabar membukukan 15 medali emas setelah perolehan Triadi Fauzi S di kolam renang UPI Bandung, Minggu (18/9/2016), dari nomor 50 meter gaya bebas putra.
Emas ke 15 tersebut diraih Triady Fauzi S di gaya bebas putra 50 meter putra dengan catatan waktu 22.79 detik, sekaligus memecahkan rekon PON XIX yang sebelumnya dipegang Omar Suryaatmadja pada PON 2008.
Tim renang prestasi DKI memenuhi target dengan merebut 6 medali emas hingga hari kelima cabang renang Pekan Olah Raga Nasional XIX/2016, Minggu (18/9/2016).
Hari ini, para atlet DKI menambah dua medali emas melalui nomor 50 meter gaya bebas puteri atas nama AA Istri Kania Ratih yang menorehkan waktu 26.77 detik. Catatan waktu ini sekaligus merupakan rekor baru PON.
“Ini medali keenam saya sekaligus medali ke 15 untuk Jabar. Semoga target saya untuk mendapat tujuh emas bisa tercapai,” kata Triady usai menerima medali.
Sementara pada gaya estafet putri 4X100 meter, medali emas diraih tim putri Jatim dengan catatan waktu 3.56.10 detik sekaligus menjadi rekor PON XIX, sebelumnya pada PON 1993 tim Jatim menorehkan waktu 4.04.65 detik, sedangkan medali perak diraih tim DKI Jakarta dan perunggu diraih tim Jabar.
PT BestProfit