Atlet wushu nasional, Lindswell Kwok, kembali membuktikan kemampuannya dengan meraih medali emas pada PON XIX/2016 di GOR Pajajaran, Bandung, Senin (19/9/2016). Kini, Lindswell pun menatap Asian Games 2018.
Lindswell yang mewakili provinsi Sumatera Utara pada nomor taolu taiji quan (tangan kosong) dan taiji jian (pedang), meraih emas setelah menerima nilai 9,55 poin dari para juri.
Sementara itu, posisi runner-up diraih Cindy Martono (Jawa Timur, 9,44 poin), dan peringkat ketiga oleh Tsania Arifianti (Kalimantan Utara, 9,32 poin).
Kemampuan Lindswell sebagai atlet wushu memang tak perlu diragukan lagi. Dara berusia 25 tahun itu pernah meraih dua medali emas nomor taiji jian dan taiji quan pada Kejuaraan Dunia Wushu 2015.
Selain itu, Lindswell pun sempat mengukir prestasi pada ajang SEA Games 2015 di Singapura. Kala itu, dia juga mendapatkan dua medali emas.Kendati begitu, masih ada satu ajang lagi yang membuat dirinya penasaran, yakni Asian Games.
Maklum, pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Lindswell cuma menduduki posisi kedua.
''SEA Games sudah pernah emas. Sekarang saya ingin sekali meraih emas pada Asian Games setelah 2014 lalu cuma meraih perak," kata Lindswell.
Asian Games 2018 akan diselenggarakan di Indonesia pada 18 Agustus - 2 September. Terdapat dua kota yang dijadikan lokasi perlombaan, yakni Jakarta dan Palembang.
PON 2016 - Emas pertama di PON terakhir Lindswell | PT. Bestprofit Futures Mayapada
Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat ini merupakan PON terakhir bagi atlet wushu putri Sumatera Utara Lindswell Kwok.
"Ini menjadi PON terakhir bagi saya karena faktor usia yang mempengaruhi kemampuan fisik saya," kata Lindswell usai pertandingan di GOR Pajajaran Bandung, Senin.
Dan pada keikutsertaan terakhirnya di ajang empat tahunan ini, Lindswell berhasilkan menorehkan medali emas sekaligus emas PON pertamanya sepanjang karier.
"Ini merupakan medali emas pertama di PON karena saya tiga kali PON baru kali ini meraih emas," kata Lindswell yang berhasil menyabet emas PON XIX/2016 Jawa Barat di nomor taijiquan dan taijijian putri.
Ia mengatakan, dua medali emas tersebut dipersembahkan untuk keluarga, pelatih, pengurus wushu, dan teman-temannya.
Lindswell Persembahkan Emas PON Jabar untuk Keluarga | PT. Bestprofit Futures Mayapada
Status sebagai pewushu level internasional masih mampu dijaga Lindswell Kwok. Lindswell sukses mempersembahkan emas untuk kontingennya Sumatra Utara pada pertandingan taolo di nomor taijijian PON Jawa Barat 2016, Senin (19/9/2016).
Pernyataan Lindswell yang akan tetap tampil maksimal meski hanya di level PON sudah ditepati. Beraksi di GOR Padjadjaran, Lindswell pun dengan mudah mengalahkan para pesaingnya.Hasil ini sudah sesuai dugaan banyak pihak, mengingat Lindswell berstatus sebagai juara dunia wushu. Sedangkan, lawan-lawannya sangat jauh dalam hal pengalaman.
"Lega. Mengenai persaingan, saya lebih fokus pada diri sendiri. Jadi soal pertandingan saya hanya fokus pada performa sendiri. Masalah poin dan persaingan itu sudah saya pikirkan saat latihan. Terpenting adalah saya bisa bermain sempurna," ungkap Lindswell usai laga.
Pada pertandingan tersebut, gerakan indah Lindswell mendapatkan nilai yang hampir sempurna dari sembilan juri, yakni 9,55. Ia dibuntuti atlet Jawa Timur, Cindy Martono, yang meraih 9,44.
Kejutan terjadi setelah Tsanja Arifianti asal Kalimantan Utara meraih perunggu. Perlu diketahui, ini kali pertama Kaltara tampil di ajang PON.
Meski sudah berulang kali tampil di ajang yang levelnya lebih tinggi, Lindswell mengaku tetap grogi sebelum masuk ke arena. Ia mengatasi hal itu dengan banyak berdoa.
"Kemenangan ini buat keluarga saya. Bagaimana pun, yang tahu suka duka saya menjadi atlet adalah mereka, baik saat gagal maupun menang," jelas Lindswell.
Sementara itu, Bobie Valentinus (Jatim) meraih emas untuk kategori putra. Raihan 9,46 poin miliknya sukses mengalahkan Fredy (Sumut-9,45) dan Marthen Mardan Tangdilallo (Kalimantan Timur-9,34).
PT BestProfit