Insiden kerusuhan terjadi setelah ratusan suporter tim kedua tim, balas membalas lemparan berbagai kayu dan petasan ke arah para penonton pendukung masing-masing.
Para suporter ibu kota, berada di tribun utara. Sementara para pendukung Tim Jabar menguasai mayoritas stadion yang berada di bagian selatan.
Kedua suporter saling jual beli lemparan di bagin tribun timur. Para pendukung Tim Jabar, juga melibatkan sekitar 200 anggota militer.
Namun, dalam kerusuhan tersebut, para suporter militer, tak ikut-ikutan dalam aksi jual beli lemparan antar suporter tersebut.
Satuan Brigadir Mobil (Brimob) Purwakarta yang dilibatkan dalam keamanan di pertandingan tersebut, cepat mengantisipasi. Satu batalion Brimob Purwakarta mengejar para pendukung agar perkelahian bisa dilerai.
Kerusuhan para suporter sempat terjadi di penghujung babak pertama saat Tim Sepak Bola Jawa Barat (Jabar) melawan kesebelasan DKI Jakarta di Stadion Pakansari, Bogor, Ahad (18/9).
Laga final babak penyisihan Grup A PON Jabar tersebut, sementara berakhir dengan keunggulan tuan rumah dengan skor 2-0.
Namun, para pendukung ibu kota sepertinya sulit dikontrol sampai dipaksa agar keluar stadion. Sementara para suporter Tim Jabar tetap bertahan di stadion.
Lantaran kerusuhan tersebut, pertandingan babak kedua sempat ditunda sekitar 30 menit. Sedangkan hasil pertandingan di babak pertama, Tim Jabar masih unggul 2-0 atas DKI. Gol pembuka dibikin Kapten Jabar, Abdul Aziz Lutfi Akbar di menit ke-10. Pada menit ke-27 tim tuan rumah menggandakan kedudukan menjadi 2-0 lewat gol Heri Susanto.
Tim Sepak Bola Jabar Juara Grup A Usai Kalahkan DKI Jakarta | PT. Bestprofit Futures Surabaya
"Target kami terwujud, dan itu membuat saya puas. Kini, kami akan melakukan persiapan khusus sebelum tampil di babak delapan besar. Tentunya, lawan akan semakin berat," ucap Lukas Tumbuan saat menghadiri acara konferensi pers.
Dia menambahkan, timnya meminta keamanan lebih banyak saat tampil di babak delapan besar. "Kami akan bermain di Bekasi. Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, kami meminta keamanan ekstra di lapangan, maupun di hotel tempat kami menginap," sambungnya.
Pertandingan sendiri sempat diwarnai gesekan antar penonton. Kejadian itu terjadi saat babak pertama usai. Tiba-tiba penonton terlibat saling lempar di tribun timur, hingga akhirnya keamanan turun tangan, dan sempat menembakkan gas air mata. Pertandingan babak kedua pun tertunda selama 20 menit.
Dari kubu DKI Jakarta, manajer Benny Erwin menerima kekalahan timnya. Namun, pihaknya akan melakukan protes karena ada klub yang melebihi kuota pemain profesional.
"Kami mengakui Jawa Barat tampil bagus. Tapi, kami kecewa saat pertandingan melawan Jawa Tengah karena ada empat pemain professional yang tampil secara bersamaan,"
Tim Sepakbola Jawa Barat berhasil menjadi juara grup setelah mengalahkan DKI Jakarta pada laga pamungkas babak penyisihan Grup A PON XIX/2016. Pada laga tersebut, tuan rumah berhasil menang 2-0.
Tampil di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (18/9/2016) sore. Dua gol kemenangan dicetak Angga Febryanto Putra (5), dan Heri Susanto (22). Dengan hasil tersebut, Jawa Barat keluar sebagai juara Grup A dengan koleksi 9 poin dari tiga pertandingan.
Abdul Aziz dkk lolos ke babak delapan besar didampingi Jawa Tengah yang mengumpulkan empat poin. Jateng sendiri lolos setelah menahan imbang Bali di Stadion Kartika Kostrad, Cilodong, Kota Depok di jam yang sama.
Usai pertandingan, pelatih Lukas Tumbuan mengaku sangat puas. Menurut dia, timnya bermain ngotot, hingga akhirnya sukses mencetak gol cepat.
Tim Sepak Bola Jabar Puncaki Grup A PON XIX | PT. Bestprofit Futures Surabaya
Tim Sepak Bola Jawa Barat (Jabar) menyapu bersih laga babak penyisihan Grup A PON 2016 dengan kemenangan tiga kali berturut-turut.
Tambahan tiga poin dari dua kemenangan sebelumnya, didapat usai Tim Jabar mengandaskan DKI Jakarta dua gol tanpa balas di Stadion Pakansari, Bogor, Ahad (18/9).
Poin penuh sembilan angka tersebut, menjadikan kesebelasan asuhan pelatih Lukas Tambuan itu sebagai jawara grup. Tim Jabar pun, memastikan tiket ke babak delapan besar yang bakal diputar pada pekan mendatang.
Saat awal-awal pertandingan, permainan yang ditampilkan kedua kesebelasan berlangsung imbang. Para pemain kedua tim, sama-sama tampil terbuka dan menyerang.
Meski Tim Jabar mapan dalam penguasaan bola, namun skuat DKI Jakarta juga tak kalah saat melakukan aksi-aksi serangan.
Namun, gol cepat dari penyerang Jabar, Angga Febryanto Putra pada menit kelima babak pertama, membuat pola permainan berubah.
Gol pembuka tersebut, semakin membuat Tim Jabar menekan DKI Jakarta. Sebaliknya, para pemain asuhan pelatih Sudirman sama sekali tak mampu menembus pertahanan tuan rumah.
Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang yang dijaga Achmad Risky Kurniawan kembali kebobolan. Gol bikinan Heri Susanto pada menit ke-22, semakin membuat Jabar dominan.
Sementara Tim DKI Jakarta, seperti bermain tanpa komando dan skema serangan. Sampai wasit Agus Fauzan Arifin menghentikan babak pertama, skor berkesudahan 2-0.
Babak kedua sempat ditunda pertandingannya sampai lebih dari 30 menit lantaran insiden kericuhan di tribun penonton. Saat pertandingan babak kedua, Tim DKI Jakarta sempat bangkit dengan permainan yang lebih baik dari babak sebelumnya.
Akan tetapi, penampilan yang lebih baik dari pasukan yang dipimpin kapten Gilang Mahesa Harahap tersebut, tak mampu membuahkan hasil. Sampai habis babak kedua, skor tetap 2-0.
Pelatih Tim Jabar, Lukas Tambuan mengatakan, hasil sempurna sembilan poin di babak penyisihan sudah sesuai target. Mengenai pertandingan melawan DKI Jakarta, menurut dia, laga tersebut bukan pertandingan yang gampang.
“Sejujurnya pertandingan melawan Jakarta bukan pertandingan yang muda. Terutama di babak kedua," ujar Lukas seusai laga.
Pelatih Tim DKI Jakarta, Benny Erwin mengakui kelebihan para pemain Jabar. Menurut Benny, kemenangan Tim Jabar disebabkan jeleknya permainan anak asuhnya dalam laga tersebut.
“Memang di pertandingan ini, Jawa Barat bagus sekali mainnya. Kami akui dari awal DKI ini, jauh sekali jeleknya,"