Penyerang Leicester City, membeberkan alasan di balik penolakannya terhadap tawaran Arsenal yang dilayangkan kepadanya.Ternyata alasannya adalah Vardy merasa tidak cocok dengan taktik yang diterapkan pelatih Arsenal, Arsene Wenger.
Lebih tepatnya, pria berusia 29 tahun itu tidak senang dengan gaya bermain Arsenal yang tidak membawa bola ke area depan dengan cepat.Sebelumnya, Vardy sempat menjadi bidikan Arsenal untuk didatangkan pada musim panas ini.
"Lihat saja gaya permainan Arsenal dan mereka tidak membawa bola ke depan dengan seperti yang dilakukan Leicester, saya suka melakukannya di belakang lini pertahanan."Ditegaskannya kembali, alasan taktik itulah yang menjadi alasan dan bukan karena loyalitasnya kepada Leicester.
"Itu bukan soal loyalitas atau perasaan saya terhadap rekan-rekan setim saya karena pemain selalu datang dan pergi," pungkasnya."Dengan orang seperti Alexis Sanchez atau Mesut Oezil yang membuat peluang-peluang, Arsenal merasa kedua pemain tersebut bisa menguntungkan saya sebagaimana saya juga bisa menguntungkan mereka," ujar Vardy seperti dikutip SuperBall.id dari Metro, Rabu (28/9/2016).
Vardy Ungkap Alasan Tolak ke Arsenal | PT. Bestprofit Futures Jambi
Bintang Leicester City, Jamie Vardy, mengungkapkan alasannya menolak pindah ke Arsenal. Menurut pemain berusia 29 tahun tersebut gaya permainan klub London itu yang tidak cocok baginya.Pemain Timnas Inggris ini tampil memukau musim lalu dengan mencetak 24 gol. Performa gemilangnya ini membuat Arsenal tertarik menggaetnya. Namun Vardy memutuskan untuk bertahan di klub yang dibawanya menjuarai Premier League musim lalu itu.
"Saya senang semuanya telah terlewati," paparnya. "'Mimpi terus berjalan', begitu isi SMS Claudio Ranieri setelah saya menyatakan setuju bertahan. Itu juga yang saya rasakan," paparnya.Musim ini ketajaman Vardy sedikit tersendat. Dia baru menyumbang dua gol dalam enam laga Premier League. Leicester kini masih tercecer di urutan ke-12.
Namun di Liga Champions, pasukan Ranieri tampil cemerlang. Dalam dua laga awal penyisihan Grup G mereka mampu menaklukkan Club Brugge dan FC Porto. Kini mereka bertengger di posisi pertama klasemen dengan koleksi enam poin.
"Dengan pemain seperti Alexis Sanchez dan Mesut Ozil yang sering menciptakan peluang, Arsenal merasa akan mendapat keuntungan jika memiliki pemain seperti saya," ungkap Vardy yang menulis di media Inggris The Sun."Namun saya juga memikirkan sisi taktik," ujar mantan pemain Fleetwood Town ini. "Anda lihat gaya bermain Arsenal. Mereka tak cepat mengalirkan bola ke depan seperti yang dilakukan Leicester. Saya suka berlari adu cepat dengan pemain belakang lawan," ungkapnya.
"Alasan saya tidak bergabung dengan Arsenal bukan karena saya takut tidak akan menjadi pemain utama di sana," katanya.Vardy juga membantah rekan-rekannya bertahan di Leicester karena kesetiaan kepada klub yang brmarkas di Stadion King Power itu. "Pemain datang dan pergi. Kami ingin membangun klub setelah sukses meraih gelar juara Premier League dan saya ingin menjadi bagian dari itu," ungkapnya lagi.
Vardy Sebut Arsenal Bukan Tim Secepat Leicester | PT. Bestprofit Futures Jambi
Namun, pemain Tim Nasional Inggris itu memilih setia mengabdi kepada The Foxes (julukan Leicester City). Alasannya, Vardy merasa gaya permainan Arsenal tak secepat Leicester.
"Dengan pemain seperti Alexis Sanchez dan Mesut Oezil, Arsenal merasa itu adalah keuntungan bagi saya sebagai striker, begitu pun sebaliknya. Tapi saya memikirkan aspek taktik," ujar Vardy kepada Soccerway.
Bursa transfer musim panas lalu menjadikan penyerang Leicester City, Jamie Vardy, sebagai buruan klub elit. Salah satunya, Arsenal.
Arsenal disebut-sebut akan menjadi pelabuhan selanjutnya untuk Vardy meneruskan karier. Mengemas 24 gol musim lalu, membuat Arsenal kepincut untuk menduetkannya bersama Olivier Giroud.
"Anda bisa lihat gaya permainan Arsenal, mereka tidak melakukan perebutan bola dengan cepat seperti Leicester. Saya suka menjadi pemain yang jadi bagian dari serangan. Satu hal lagi, saya tidak akan menjadi pemain utama di Arsenal," katanya.
Meski musim lalu dia tampil "on fire", tapi musim ini Vardy terlihat kesulitan untuk langsung menunjukkan kapasitasnya. Dari enam pertandingan Premier League, dia baru mencetak dua gol.