"Rabu besok kira akan anuising (peninjauan lapangan). Kita sudah lewati TABG (Tim Ahli Bangunan Gedung) dan siap untuk tender. Saat ini lapangan sudah diuruk dan ditambah ketinggian tanahnya 2,5 meter untuk mengatasi plis banjir dikawasan ini yang mencapai 5 meter," tuturnya.Luas kawasan Internasional Equistrian Center ini adalah 35 hektar yang mana 22 hektar akan diperuntukan untuk ruang hijau, termasuk lima lapangan. Sementara sisanya untuk sarana dan prasarana pendukung lainnya, seperti tribun penonton, mal, asrama dan lain-lain."Akan ada lima lapangan. Satu lapangan tanding utama (180 x 90 meter), lapangan pemanasan (180 x 180), lapangan indoor (45 x 180), lapangan latihan (80 x 45) dan lapangan pengumpul (collecting area sebelum tanding) (25 x 60). Tidak ada untuk pacuan kuda. Sedangkan untuk asrama, ada sedikit perubahan yang diminta oleh EFI dan AEF. Dimana khusus untuk dormitory yang awalnya dua lantai dengan 40 kamar, diminta menjadi 4 lantai dengan 80 kamar," tukasnya.
Mengomentari kendala yang dialami oleh PT Pulo Mas Jaya selaku pemiliki area pacuan kuda Pulo Mas tersebut, Erick mengingatkan agar siapapun yang menghalangi atau memblok pembangunan venue tersebut harus dilaporkan ke jalur hukum, asalkan Hitam-Putihnya jelas. Pasalnya, menurut dia, pembangunan venue ini sudah merupakan policy pemerintah, mengingat Asian Games merupakan proyek besar, hingga penyelesaiannya harus on time."Saya sudah minta PT Pulo Mas untuk membuat surat kepada Inasgoc. Kita akan laporkan kendala ini kepada pihak yang lebih di atas Presiden sebagai penanggung jawab. Kami juga akan meminta KONI untuk mengambil peran untuk menyelesaikan masalah kuda yang masih ada," tuturnya.Jika pekan ini dilakukan anuising, maka field & contractor dijadwalkan akan mulai Desember 2016 mendatang. Dengan masa pembangunan selama 12 bulan, maka diperkirakan baru akan selesai awal 2018 mendatang. Hingga tes event baru bisa dilakukan pada Maret 2018 mendatang paling cepat. Sangat mepet dengan pelaksanaan Asian Games 2018, yakni Agustus.
Meskipun persetujuan grand design Internasional Equistrian Center (venue equistrian) untuk Asian Games 2018 dari Federation Equestre Internationale (FEI) dan Asia Equestre Federation (AEF) telah dikantongi, tapi ternyata dalam pembangunannya di kawasan Pulo Mas, Jakarta masih mengalami berbagai kendala. Ada dua hal krusial yang harus diselesaikan sebelum pembangunan dilanjutkan.
Kedua hal krusial yang harus segera dilakukan adalah segera menyiapkan kawasan bebas penyakit hewan dan masih adanya pihak-pihak yang terkesan menghambat pembangunan venue itu. Untuk adanya kawasan bebas penyakit hewan sendiri, menurut Direktur Utama PT Pulo Mas Jaya, Landi Rizaldi M. disela-sela kunjungan Presiden INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee), Erick Thohir beserta staf dan Satgas Asian Games 2018 di lapangan, Senin, 17 Oktober 2016, sudah sesuai protap."Kewenangannya ada ditangan Kementerian Pertanian untuk meminta tim badan kesehatan heban dunia melakukan sertifikasi kawasan bebas penyakit hewan. Incheon saat jadi tuan rumah Asian Games 2014 lalu saja membutuhkan tiga tahun untuk mendapatkan setifikasi, sementara waktu kita kurang dari itu. Jika kita tidak mendapatkan sertifikasi maka pembangunan akan percuma, karena tetap tidak akan bisa digunakan untuk pertandingan," katanya.
Kendala kedua, adanya pihak-pihak yang dinilai menghambat pembangunan venue. Pasalnya ada kuda-kuda dari Pordasi yang masih dititipkan di kandang. Terlebih kuda-kuda tersebut ada beberapa yang dinilai tidak terawat dengan baik, hingga dikhawatirkan akan menyebarkan penyakit.
"Kami kemarin memang masih memberikan izin kuda-kuda Pordasi dititipkan di kandang, karena alasannya untuk persiapan PON. Tapi setelah PON berlangsung kok, kuda-kuda ini malah tidak kelihatan dibawa. Hingga PON selesai pun mereka masih disini. Makanya saya meminta arahan Inasgoc terkait langkah-langkah selanjutnya yang memungkinkan menyelesaikan hal ini," ucap Landi menambahkan.Mengingat sejak awal ada kemunduran untuk persetujuan grand design, yang seharusnya diperoleh 24 September 2016 lalu menjadi 5 Oktober lalu setelah peninjauan langsung dari FEI dan AEF, maka progres pembangunan secara keseluruhan baru mencapai 5 persen. Pihaknya mengaku telah mengundang tujuh kontraktor utama untuk mengambil dokumen lelang.
Presiden INASGOC Erick Thohir Lakukan Kunjungan ke Tiga Venue Asean Games 2018 | PT. Bestprofit Futures Malang
Sementara itu, lokasi Equestrian yang menjadi tempat pacuan kuda sedang dalam rekonstruksi. Lantas, Thohir mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu menuntaskan berbagai kendala, sebab ia mengharapkan semua pembangunan bisa rampung tepat waktu. "Kami datang ke sini bukan untuk sidak. Tetapi kami datang untuk meninjau lokasi wisma atlet. Kami senang karena menerima laporan setiap minggunya pembangunan mengalami progres yang luar biasa," ujar Thohir kepada wartawan. "Kami datang ke venue Equestrian untuk men-support. meski masih ada kendala terkait kita akan segera selesaikan karena tentunya ini untuk kepentingan nasional," pungkasnya.
Pembangunan Velodrome yang terletak di Rawamangun masih dalam proses. Rencananya akses rute Kelapa Gading-Velodrome akan rampung pada Juni 2018. Asean Games sendiri bakal berlangsung pada 18 Juni hingga 28 Agustus 2018. Kurang lebih 21 bulan dari sekarang, lantas diperlukan berbagai persiapan permasalahan tim INASGOC untuk meninjau lokasi tempat diadakannya pesta olahraga Asia.
Jelang Asean Games 2018, tim Indonesian Asean Games Organization Committe (INASGOC) melakukan kunjungan ke tiga tempat yaitu Wisma Atlet, Venue Equestrian Park dan Vellodrome. Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan segala sesuatunya di pesta olahraga Asia. Presiden INASGOC, Erick Thohir, yang hadir dalam peninjauan tersebut mengaku pembangunan wisma atlet saat inin sudah24 persen. Kabar baiknya, tiap minggunya pembangunan mengalami kemajuan.
Wisma Atlet Asean Games 2018 Lebih Baik ketimbang Punya Olimpiade Rio 2016
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), perkembangan pembangunan tujuh tower wisma atlet dengan 5.494 unit hunian saat ini telah mencapai 24persen. Lantas Presiden KOI sekaligus INASGOC, Erick Thohir, mengaku senang dengan perkembangan pembangunan wisma atlet. Bahkan ia berterima kasih pada Kementrian Perupera yang mau bekerja keras sehingga ia menilai wisma tersebut lebih baik dibandingkan Olimpiade Rio, Brasil. "Lihat progress ini saya sangat surprise, ini berkat kerja keras dari Kementerian Perupera, karena tanpa ini Asian Games tidak akan berjalan kalau saya ditanya soal kualitas, saya bisa bilang wisma atlet ini lebih baik daripada wisma atlet olimpiade 2016 di Rio de Janeiro," ujar Erick kepada awak media di Wisma Kemayoran, Senin 17 Oktober 2016.
Jelang pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, tim Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) melakukan kunjungan ke lokasi wisma atlet. Bangunan tersebut berada di Kemayoran dan diperkirakan akan selesai pada Oktober 2017. Seperti diketahui, wisma atlet di bangun di atas lahan seluas 107.054 meter persegi dan akan berdiri 10 tower. Gedung tersebut akan mampu menampung sebanyak 22.278 atlet.