Sayangnya, dia punya catatan kurang memuaskan di sana. Marquez belum pernah naik podium teratas di Negeri Matahari Terbit sejak debut di MotoGP pada 2013."Marquez memang pernah merayakan gelar MotoGP kedua di Motegi pada 2014. Namun, situasinya saat itu jauh berbeda. Satu tangan dan empat jarinya sudah memegang trofi setelah memenangi 10 balapan pertama musim. Ketika dia finis kedua di belakang Jorge Lorenzo, maka semuanya berakhir," kata Birt dalam kolomnya di situs resmi MotoGP.
Marquez datang ke Jepang dengan keunggulan 52 poin atas Rossi. Selain harus menang, dia juga harus berharap Rossi finis di posisi ke-15 atau lebih buruk dan Jorge Lorenzo tak naik podium. Sebuah skenario yang menurut Birt sulit terjadi kalau tak mau dibilang mustahil."Rossi memang pernah 13 kali menyelesaikan balapan di luar posisi 10 besar, termasuk saat finis ke-16 dan gagal meraih poin di Le Mans, Prancis, pada 2009. Namun, kala itu Rossi mengalami crash, tiga kali ganti motor, dan terkena ride through penalty karena ngebut di pit lane," ujar Birt.
Pengamat dan komentator MotoGP, Matthew Birt, menyebut sulit bagi Marc Marquez untuk menjadi juara pada balapan seri Jepang, akhir pekan ini. Dia melihat Marquez tak punya peluang untuk mengubur mimpi Valentino Rossi di Sirkuit Twin Ring Motegi.
Marquez mendapat kesempatan pertama untuk menyegel titel MotoGP 2016 di Motegi. Syaratnya, Si Bayi Alien mesti jadi juara di sirkuit milik Honda itu.Birt menambahkan demi menjaga peluang merebut titel musim ini minimal hingga dua seri ke depan, Rossi harus kembali ke jalur kemenangan. Misi berat yang mau tak mau harus dilakukan The Doctor.
Menyerah Kejar Marquez, Lorenzo Bidik Posisi Rossi | PT. Bestprofit Futures
"Saya pikir masih memiliki banyak kesempatan untuk bersaing mendapatkan posisi kedua ketimbang memenangi kejuaraan," tambah pebalap asal Spanyol tersebut.Lorenzo memang hampir mustahil bisa menyalip Marquez. Saat ini, dia menempati posisi ketiga dengan 182 poin, tertinggal 66 poin dari Marquez yang memimpin klasemen sementara MotoGP 2016. Sementara dengan Rossi yang menempati posisi kedua, Lorenzo terpaut 14 poin.Dengan empat balapan sisa, peluang untuk X-Fuera memang belum sepenuhnya berakhir. Namun, Lorenzo memang butuh keajaiban untuk bisa menyalip dua pebalap di atasnya tersebut.
Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, bersikap realistis terkait peluangnya untuk menjadi juara. Dia sadar kini hanya bisa bersaing dengan Valentino Rossi untuk memperebutkan posisi kedua.Sementara untuk bertarung dengan Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2016, Lorenzo tampaknya sudah mengibarkan bendera putih tanda menyerah.
"Tahun ini sebenarnya masih mungkin juara tapi sangat sulit, hampir mustahil. Kami harus memiliki banyak keberuntungan dan Marquez harus mengalami kesialan," ujar Lorenzo seperti dikutip Bikesportnews, Senin (10/10/2016).
Berambisi Kejar Juara MotoGP, Rossi Belum Pikirkan Pernikahan | PT. Bestprofit Futures

"Saya pikir bagi siapa pun akan sulit menemukan wanita yang tepat di dalam kehidupan. Terutama jika Anda melakukan pekerjaan ini. Saya adalah seorang pembalap dan segalanya berjalan sangat sulit," ungkap Rossi dalam wawancara kepada Servus TV seperti dilansir Blick.Meski begitu, keinginan untuk menikah tetap ada di pikiran Rossi. Hanya saja, ia mungkin baru akan mewujudkannya usai pensiun dari MotoGP. Masalahnya, kontrak Rossi bersama Yamaha saat ini masih berlaku hingga akhir musim 2018.Rossi pun sudah mengutarakan niatnya untuk tetap beraksi di lintasan hingga usia 40 tahun. Artinya, masih ada kemungkinan bagi Rossi untuk kembali memperpanjang kontraknya. Dan, Morselli tampaknya harus lebih lama menunggu ajakan menikah Rossi."Jika Anda hanya setengah-setengah, lebih baik jika Anda berhenti dan berkeluarga. Saya memilih cara lain. Saya harap bisa menemukan wanita tersebut saat pensiun," tutur Rossi."Saya ingin memiliki anak suatu hari nanti. Untungnya pacar saya masih muda. Ia 10 tahun lebih muda dari saya. Itu sebabnya saya masih punya waktu."
Totalitas Valentino Rossi, rider Movistar Yamaha, dalam berkarier di dunia balap motor tak perlu diragukan lagi. Tercatat, ia sudah turun beraksi di Grand Prix sejak 1996. Berbagai prestasi pun sudah dikecap pembalap berusia 37 tahun itu.Gelar juara dunia 125cc didapat Rossi pada musim 1997. Dua musim kemudian, giliran gelar juara dunia 250cc yang diamankan The Doctor. Naik ke kelas 500cc hingga MotoGP, dominasi Rossi di dunia balap semakin tak terbantahkan.Total, sudah tujuh gelar juara dunia yang direngkuh Rossi di kasta tertinggi tersebut. Prestasi itu diukir pada musim 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, dan 2009. Anehnya, berbagai macam prestasi itu tak membuat Rossi puas.
Buktinya, Rossi masih saja terlibat persaingan sengit dalam perebutan gelar di dua musim terakhir. Di MotoGP 2016, peluangnya untuk menjadi juara dunia masih terbuka meski tertinggal 52 poin dari pembalap Repsol Honda, Marc Marquez.
Saking fokusnya bersaing, Rossi sampai melupakan salah satu kewajibannya sebagai seorang pria, yakni menikah. Meski tengah menjalin hubungan dengan model seksi, Linda Morselli, membangun mahligai rumah tangga adalah sesuatu yang belum dipikirkan Rossi.Hubungan Rossi dengan Morselli sempat retak pada Maret 2016. Model seksi itu digosipkan sudah berselingkuh dengan pembalap F1, Fernando Alonso. Namun keduanya sudah kembali mesra pada Juli lalu.
BestProfit