PT. Bestprofit Futures Blog

Sejak masa Millenium yang baru, PT. Bestprofit Futures berkeyakinan bahwa perekonomian akan terus semakin membaik. Dengan berlandaskan peraturan dan kebijakan yang telah ada di PT. Bestprofit Futures menetapkan bisnisnya dengan spesifikasi layanan transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.

Official Website

PT Bestprofit Futures
Profil PT Bestprofit Futures
Legalitas PT Bestprofit Futures
Fasilitas dan Layanan
  • DROPDOWN MENU
Home » PT. Bestprofit Futures Equity » Kemenpora Menilai PON 2016 Lebih Baik Ketimbang Dua Edisi Sebelumnya

Kemenpora Menilai PON 2016 Lebih Baik Ketimbang Dua Edisi Sebelumnya

Posted by PT. Bestprofit Futures Blog on Selasa, 11 Oktober 2016
Label: PT. Bestprofit Futures Equity

PT. Bestprofit Futures Equity

"Menjelang pertandingan, ada beberapa venue yang belum sepenuhnya siap dan juga sarana (peralatan) yang harus dipenuhi. Namun demikian, hal tersebut akhirnya sebagian dapat diatasi tanpa harus membatalkan nomor-nomor pertandingan yang ada. Kondisi seperti itu harusnya tidak boleh terjadi seandainya pihak penyelenggara sudah sepenuhnya melakukan persiapan secara komprehensif," ungkap Gatot.

Gatot berharap penyelenggaraan PON di Jabar ini bisa memberikan acuan kepada PB PON berikutnya yang akan berlangsung di Papua pada 2020. Sementara itu aksi yang ditampilkan pada pembukaan dan penutupan di PON bisa menjadi pertimbangkan untuk digunakan di event Asian Games 2018 mendatang.

"Esensi pertunjukkan tersebut sebagian di antaranya akan kami pertimbangkan untuk ditampilkan pada saat acara pembukaan dan penutupan Asian Games XVIII tahun 2018 di Jakarta dan Palembang dengan sejumlah tambahan kreativitas dan inovasi lain sesuai standar kualitas pesta Asian Games," harapnya.

Seperti diketahui, tuan rumah Jabar berhak menjadi juara umum PON kali ini. Setelah berhasil memperoleh 217 medali emas, 157 medali perak dan 157 medali perunggu.
Pasca penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, Kemenpora memberikan evaluasi. Jika dibandingkan dengan dua episode PON sebelumnya Kemenpora menilai ada peningkatan, meski dibumbui insiden kericuhan di beberapa cabang olahraga.

Deputi IV bidang Peningkatan dan prestasi Kemenpora, Gatot Dewa S Broto menilai peningkatan tersebut datang dari sikap kritis masyarakat yang teraktualisasikan melalui media sosial. Sementara mengenai kisruh yang terjadi, dinilai masih bisa diatasi.Tentang kesiapan, Kemenpora juga menganggap PB PON telah berhasil menjawab tantangan dan keraguan publik.

Junjung Tinggi Sportivitas dan Fair Play | PT. Bestprofit Futures Equity

PT. Bestprofit Futures Equity
Perlu disadari, bah­wa nilai olahraga yang paling hakiki bermuara pada kemanusiaan, olahraga juga menawarkan persahabatan dan perdamaian, landasan sportivitas dan fair play adalah nilai tertinggi dari sebuah kemenangan. Namun, tampaknya nilai ini sudah mulai tergerus oleh ambisi untuk mencapai kemenang­an dengan kecurangan.Banyak peristiwa dalam pertandingan olahraga yang mencederai nilai-nilai yang ditawarkan oleh nilai-nilai luhur olahraga. Salah satu contoh pada PON XIX Jawa Barat, banyaknya protes dari kontingen yang pada umumnya ditujukan kepada tuan rumah merupakan gambaran ketidakpuasan dalam penyelenggaraan, baik bagi panitia, maupun pada wasit pemimpin petandingan. Berbagai sumber kericuhan dapat bermula, dari wasit, dari atlet, dari pelatih/manajer yang tidak puas, juga dari penonton yang terlalu agresif memprovokasi pertandingan.

Dari manapun sumber kericuhan itu semua bermuara dari ketidakdisiplinan yang merupakan salah satu nilai pembentuk dari nilai sportivitas, karena kedisiplinan selalu merujuk kepada ketaatan pada peraturan yang menjadi pengontrol tingkah laku.Wasit/juri yang tidak disiplin akan melahirkan keputusan yang tidak netral dan tidak adil, pelatih/manajer yang tidak disiplin akan seenaknya protes tanpa melihat kenyataan, atlet yang tidak disiplin selalu berusaha main dalam kecurangan, demikian halnya pembina yang tidak disiplin selalu berusaha mendikte dari luar seolah-olah kemenangan dapat dijentik dengan hitungan uang. Perilaku ketidakdisiplinan ini merusak sebuah sistem yang menghancurkan nilai-nilai olahraga. Sesungguhnya, perilaku disiplin dapat memperlihatkan kualitas seseorang bahkan kualitas sebuah negeri. Dalam lingkup inilah orang biasa menyebut sportivitas.

Perhelatan PON XIX Jawa Barat telah usai. Kini Peparnas (Pekan Paralimpik Nasional) membuka momen baru pesta akbar yang diperuntukkan bagi atlet berkebutuhan khusus yang akan diselenggarakan pada 15-25 Oktober 2016, juga di Tanah Pasundan, Jawa Barat.
Jika PON yang lalu mempertandingkan 44 cabang olahraga dengan 756 nomor pertandingan, sedangkan Peparnas XV mempertan­dingkan 13 cabang olahraga dengan 620 nomor pertan­dingan. Akankah tuan rumah Jawa Barat kembali meraih juara umum, dan akankah praktik kecurangan kembali dipertontonkan?Perlu disadari, bah­wa nilai olahraga yang paling hakiki bermuara pada kemanusiaan, olahraga juga menawarkan persahabatan dan perdamaian, landasan sportivitas dan fair play adalah nilai tertinggi dari sebuah kemenangan. Namun, tampaknya nilai ini sudah mulai tergerus oleh ambisi untuk mencapai kemenang­an dengan kecurangan.

Banyak peristiwa dalam pertandingan olahraga yang mencederai nilai-nilai yang ditawarkan oleh nilai-nilai luhur olahraga. Salah satu contoh pada PON XIX Jawa Barat, banyaknya protes dari kontingen yang pada umumnya ditujukan kepada tuan rumah merupakan gambaran ketidakpuasan dalam penyelenggaraan, baik bagi panitia, maupun pada wasit pemimpin petandingan. Berbagai sumber kericuhan dapat bermula, dari wasit, dari atlet, dari pelatih/manajer yang tidak puas, juga dari penonton yang terlalu agresif memprovokasi pertandingan. Dari manapun sumber kericuhan itu semua bermuara dari ketidakdisiplinan yang merupakan salah satu nilai pembentuk dari nilai sportivitas, karena kedisiplinan selalu merujuk kepada ketaatan pada peraturan yang menjadi pengontrol tingkah laku.

Wasit/juri yang tidak disiplin akan melahirkan keputusan yang tidak netral dan tidak adil, pelatih/manajer yang tidak disiplin akan seenaknya protes tanpa melihat kenyataan, atlet yang tidak disiplin selalu berusaha main dalam kecurangan, demikian halnya pembina yang tidak disiplin selalu berusaha mendikte dari luar seolah-olah kemenangan dapat dijentik dengan hitungan uang. Perilaku ketidakdisiplinan ini merusak sebuah sistem yang menghancurkan nilai-nilai olahraga. Sesungguhnya, perilaku disiplin dapat memperlihatkan kualitas seseorang bahkan kualitas sebuah negeri. Dalam lingkup inilah orang biasa menyebut sportivitas.Perhelatan PON XIX Jawa Barat telah usai. Kini Peparnas (Pekan Paralimpik Nasional) membuka momen baru pesta akbar yang diperuntukkan bagi atlet berkebutuhan khusus yang akan diselenggarakan pada 15-25 Oktober 2016, juga di Tanah Pasundan, Jawa Barat.Jika PON yang lalu mempertandingkan 44 cabang olahraga dengan 756 nomor pertandingan, sedangkan Peparnas XV mempertan­dingkan 13 cabang olahraga dengan 620 nomor pertan­dingan. Akankah tuan rumah Jawa Barat kembali meraih juara umum, dan akankah praktik kecurangan kembali dipertontonkan.

Dianggap Kurang Seksi, PB PON Langsung Tingkatkan Kualitas Peparnas XV | PT. Bestprofit Fututres Equity


PT. Bestprofit Futures Equity

"Semua ini dilakukan mengingat Peparnas dianggap kurang seksi baik dari peminat maupun dari publikasi medianya. Kami sudah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk bisa memobilisasi massa dari sekolah dan mahasiswa sebagai penonton di arena agar tidak kalah menarik daripada PON," ujar Sekretaris Umum PB PON, Ahmad Haddadi.Minimnya antusiasme dalam menyambut Peparnas bukan hanya dari penonton dan pemberitaan media, namun juga daerah untuk mengikuti Peparnas. Tercatat baru 18 provinsi yang menjalani proses keabsahan atlet dari total 29 provinsi yang mengkonfirmasi keikutsertaannya. Karena itu, menurut Hadadi, pihaknya meminta NPCI (National Paralympic Committee of Indonesia) lebih aktif lagi dalam mempromosikan Peparnas.

"Khusus untuk Peparnas, semua biaya akomodasi dan transportasi akan kami tanggung. Bahkan, kami juga akan menyediakan fasilitas luar biasa. Jika penjemputan kontingen PON hanya di Bandung, khusus untuk Peparnas, kami jemput langsung dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten," janji Haddadi.Pembukaan Peparnas akan dilangsungkan di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu 15 Oktober 2016 sore. Event itu akan akan dibuka oleh Menko PMK Puan Maharani, dan ditutup oleh Menpora Imam Nahrawi pada 24 Oktober.

"Pembukaan ini akan menampilkan sesuatu yang unik dan menarik dan pembukaan akan diselenggarakan di sore hari. Akan ada pesta kembang api pada sore hari dan dimeriahkan oleh artis serta seniman dari kota Bandung," tutup Haddadi.erdapat 1.943 keping medali yang akan diperebutkan dalam ajang Peparnas XV. Rinciannya, 599 emas, 599 perak, dan 745 medali perunggu.


Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Jawa Barat, optimistis penyelenggaraan Peparnas XV berlangsung meriah. Itu bisa saja terjadi karena paket penyelenggaraan Peparnas tidak terlalu berbeda dengan PON XIX.Peparnas yang terselenggara pada 15 Oktober hingga 24 Oktober di Kota Bandung akan diikuti oleh 29 provinsi. Event ini akan mempertandingkan 13 cabang olahraga dan mempertemukan 2.355 atlet.Munculnya sikap dari PB PON ini tak lain demi menjawab keraguan publik yang menyebutkan Peparnas jauh dari minat daerah, antusiasme penonton, dan pemberitaan. Mengatasi kendala itu, PB PON langsung melakukan sosialisasi melalui media televisi, pemberitaan media nasional, dan lokal.

Best Profit

0 Response to "Kemenpora Menilai PON 2016 Lebih Baik Ketimbang Dua Edisi Sebelumnya"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Social Media

PT Bestprofit Futures

  • PT Bestprofit Futures
  • PT Bestprofit Futures
  • PT Bestprofit Futures
  • PT Bestprofit Futures Pekanbaru
  • PT Bestprofit Futures Banjarmasin
  • PT Bestprofit Futures Medan
  • PT Bestprofit Futures Bandung
  • PT Bestprofit Futures Mayapada
  • PT Bestprofit Futures Malang
  • PT Bestprofit Futures Surabaya
  • PT Bestprofit Futures Pontianak
  • PT Bestprofit Futures Jambi
  • PT Bestprofit Futures Equity Tower
  • PT Bestprofit Futures Pusat
  • PT Bestprofit Futures Pusat

POPULAR POSTS

  • UU Tak Melarang Politisi Jadi Dewan Komisioner OJK
    Presiden akan menetapkan 7 nama sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK | PT Bestprofit Futures Mayapada  Waktu pendaftaran Dewan Komisi...
  • Investor Baru Bursa Bertambah 101.887 SID di 2016
    (BEI) terus memperluas basis pelaku pasar (investor) | PT Bestprofit Futures Pusat "Rasio investor aktif per bulan terhadap total ...
  • Asuransi Didorong Biayai Proyek Infrastruktur
    Tinggal bagaimana kita memfasilitasi agar bisa menguntungkan | PT Bestprofit Futures Equity Jadi dana proyek infrastruktur tidak ha...
  • Dinamika Politik Global Menentukan Pemulihan Ekonomi Dunia
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) dan para panelis dalam Investor Gathering 2017 LPEI | PT Bestprofit Futures  ...
  • Kementan Targetkan 1.000 Toko Tani di Jabodetabek
    Sementara Kementan melakukan penghitungan harga di tingkat petani, Tjahja melanjutkan, pihaknya menentukan harga ritel. Maksudnya, harga ...
  • Ajang Pertemuan Dunia Usaha dan Insan Pers
    Ia optimis kegiatan ini dapat mewujudkan tujuan baik karena pada kegiatan pameran kali ini, dunia usaha berkolaborasi langsung dengan dun...
  • Pemerintah akan Salurkan Bansos ke 1,4 Juta KPM
    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani | PT Bestrpofit Futurse Bandung  "Penyalur...
  • Belanja Pemerintah Rendah, Pertumbuhan Ekonomi 2016 di Bawah Target
    Pada kuartal IV-2016, BPS mencatat pertumbuhan konsumsi pemerintah menurun 4,05 persen. Penurunan ini lebih besar dibanding kuartal sebel...
  • 14.500 Sambungan Jargas Baru Dibangun
    Konsep besarnya jelas Dirjen pemerintah pusa ingin Kalimatan terutma Kaltim mempunya infrastruktur gas yang terintegrasi karena ada sumbe...
  • Pelindo II/IPC Bidik Pendapatan Sebesar Rp10,5 Triliun
    Strategi kedua, kata dia, dengan revenue enhancement. Langkah-langkah peningkatan pendapatan ditempuh dengan cara menambah mitra-mitra ba...

Label

  • PT Beastprofit Futures Surabaya
  • PT Besprofit Futures Bandung
  • PT Besprofit Futures Surabaya
  • PT Bestprofit Futures Pekanbaru
  • PT Bestprofit Futures
  • PT Bestprofit Futures Bandung
  • PT Bestprofit Futures Banjarmasin
  • PT Bestprofit Futures Equity
  • PT Bestprofit Futures Jambi
  • PT Bestprofit Futures Malang
  • PT Bestprofit Futures Mayapada
  • PT Bestprofit Futures Medan
  • PT Bestprofit Futures Pekanbaru
  • PT Bestprofit Futures Pontianak
  • PT Bestprofit Futures Pusat
  • PT Bestprofit Futures Surabaya
  • PT Bestprofit Fuures Pusat
  • PT Bestprofit Pusat
  • PT Bestprofitn Futures Mayapada
  • PT Bestrpofit Futures
  • PT Bestrpofit Futures Bandung
  • PT Bestrpofit Futures Banjarmasin
  • PT Bestrpofit Futures Equity
  • PT Bestrpofit Futures Malang
  • PT Bestrpofit Futures Medan
  • PT Bestrpofit Futures Pekanbaru
  • PT Bestrpofit Futures Pontianak
  • PT Bestrpofit Futures Pusat
  • PT Betprofit Futures Banjarmasin
  • PT Betsprofit Futugres Malang
  • PT Betsprofit Futures Banjarmasin
  • PT Betsprofit Futures Equity
  • PT Betsprofit Futures Malang
  • PT Betsprofit Futures Mayapada
  • PT Betsprofit Futures Medan
  • PT Betsprofit Futures Pekanbaru
  • PT Betsprofit Futures Pontianak
  • PT Betsprofit Futures Pusat
  • PT Betsprofit Futures Surabaya
  • PT. Bestprofit Futures
  • PT. Bestprofit Futures Bandung
  • PT. Bestprofit Futures Banjarmasin
  • PT. Bestprofit Futures Equity
  • PT. Bestprofit Futures Jambi
  • PT. Bestprofit Futures Malang
  • PT. Bestprofit Futures Mayapada
  • PT. Bestprofit Futures Medan
  • PT. Bestprofit Futures Pekanbaru
  • PT. Bestprofit Futures Pontianak
  • PT. Bestprofit Futures Pusat
  • PT. Bestprofit Futures Surabaya
  • PT. Bestprofitn Futures Mayapada
  • PT. Bestsrpofit Futures
Copyright 2014 PT. Bestprofit Futures Blog . All Rights Reserved. Editor Theme By Angga Widianthara. Powered by Blogger