Pria Spanyol itu bahkan bisa mengunci gelar juara di Jepang dengan catatan menang di Motegi, sedangkan Rossi hanya finis di posisi 14 atau lebih rendah, serta Lorenzo gagal naik podium.
Walau punya peluang bagus mengunci gelar juara dunia, Marquez memilih fokus memenangi seri Jepang. Dia tidak mau memikirkan pencapaian Rossi atau Lorenzo di Jepang.
"Saya telah menerima banyak masukan, tapi pada akhirnya yang paling penting adalah menikmati berada di atas motor Anda dan bersama dengan tim Anda. Karena jika Anda tidak menikmatinya, mustahil bisa menjadi cepat," tutur Marquez kepada Crash.
"Anda harus senang dan menikmatinya dan mencoba untuk berkonsentrasi hanya pada pit box anda. Tidak berpikir mengenai pembalap lain atau tim lain," tegas Marquez.Pembalap Repsol Honda Marc Marquez tidak mau memikirkan kemungkinan menjadi juara dunia MotoGP 2016 di seri Jepang, pertengahan Oktober. Marquez hanya mau menikmati balapan di Sirkuit Motegi itu.
Marquez saat ini kokoh memimpin klasemen pembalap. Pria 23 tahun itu unggul 52 poin dari Valentinno Rossi dan 66 angka dari juara bertahan Jorge Lorenzo. Dengan tersisa empat balapan lagi, peluang Marquez jadi juara dunia terbuka lebar.
Emilio Alzamora, Sosok di Balik Kesuksesan Marc Marquez | PT. Bestprofit Futures
Marc Marquez menjadi salah satu pebalap paling fenomenal di MotoGP saat ini. Dia mampu mematahkan dominasi dua pebalap Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo dalam beberapa musim terakhir.Sudah dua titel juara dunia MotoGP yang dia kantongi. Bahkan, dia menjadi satu di antara empat pebalap yang mampu meraih gelar juara dunia pada empat kategori yang berbeda (125cc, Moto2, dan MotoGP).
Tentunya dia tak meraih sukses itu sendiri. Ada banyak orang yang berada di belakang The Baby Alien yang memberikan dukungan luar biasa.Nama Emilio Alzamora mungkin layak dikedepankan. Seperti dikutip Sport Rider, Alzamora merupakan orang yang membawa Marquez bisa sesukses ini. Dia adalah orang yang merancang dan membangun langkah Marquez secara hati-hati.Musim ini, Alzamora kembali memoles bakat alami Marquez. Pebalap asal Spanyol itu berpeluang besar meraih gelar juara dunia MotoGP ketiganya. Dengan empat balapan sisa pada MotoGP 2016, Marquez unggul 52 poin dari Valentino Rossi.
"Saya selalu mencoba untuk membangun struktur seformatif mungkin," kata Alzamora.Alzamora bertemu dengan Marquez pada tahun 2004. Saat itu keduanya dipertemukan dalam ajang Supermotard Catalan Championship. Dari sana keduanya mulai menjalin "hubungan".Pria yang juga mantan pebalap itu kemudian ditunjuk sebagai manajer Marquez. Keputusan pebalap yang kini berusia 23 tahun tersebut tak salah. Alzamora membawa Marquez akhirnya menjuarai balapan kelas 125cc pada tahun 2010.
Dua tahun berselang, giliran kelas Moto2 yang dikuasai Marquez. Hingga merebut dua gelar juara dunia MotoGP pada 2013 dan 2014."Ini sudah terjalin sejak kami bergabung dengan tim Alberto Puig, yang pada saat itu KTM, kemudian kami mengambil lompatan ke Moto2, kami mencari tim yang nantinya akan menemani Marquez ke MotoGP. Kami mendefinisikan metodologi dan cara itu adalah hal yang ideal," cerita Alzamora.
"Dalam beberapa hal, dia tampak seperti saya. Dia sangat bertanggung jawab dan sangat metodis," tambahnya.Namun Alzamora tak ingin jumawa. Menurutnya, ada banyak orang yang juga ada di belakang kesuksesan Marquez, sebut saja keluarga sang pebalap."Keluarga juga membantu. Ayah Marquez tahu di mana dia berdiri dan dia orang yang rendan hati, dan Marc tak kehilangan nilai-nilai yang telah ditanamkan pada dirinya di rumah," ungkap Alzamora.
Marquez Senang dengan Perkembangan Honda Musim Ini | PT. Bestprofit Futures
Namun semua seolah sudah berarkhir. Honda kini bisa dikatan menjadi kandidat kuat untuk menjadi juara dunia konstruktor lewat penampilan dua pembalapnya. Saat ini Marquez masih nyaman berada di puncak klasemen dengan perolehan 248 poin. Sementara Pedrosa sukses mengumpulkan 155. Alhasil, kini tim yang bermarkas di Aalst, Belgia tersebut berada di posisi puncak klasemen sementara kosntruktor.
“Saya sangat senang. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa, tapi ada yang berbeda. Saya memiliki perasaan yang berbeda, namun pada akhirnya menjadi yang pertama di atas lintasan, saya sangat senang,” urai Marquez, seperti dilansir dari Autosport,
Rider Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku senang dengan perkembangan timnya di musim ini. Honda yang sempat terseok-seok di awal musim, perlahan tapi pasti mampu bangkit dan menempatkan pembalap 23 tahun itu di puncak klasemen sementara. Motor Honda kerap mengalami masalah di awal musim. Tidak hanya Marquez, rekan setimnya di Repsol Honda, yakni Dani Pedrosa juga kerap mengalami hal yang sama.