Tambahan model baru dari berbagai merek membantu merangsang hasil keseluruhan pasar nasional. Dua model yang jadi sorotan tentu produk baru kolaborasi Toyota-Daihatsu, yaitu Calya dan Sigra. Dua model itu telah mendongkrak segmen Low Cost Green Car (LCGC).
Calya mulai dijual pada Juli, hingga September penjualannya memukau dengan angka 20.364 unit. Pada periode yang sama, Sigra terpantau laku 13.469 unit.Sepanjang tahun ini, model terlaris di Indonesia tetap Toyota Avanza walaupun penjualan bulanannya dikalahkan Calya pada Agustus dan September. Selama sembilan bulan, Toyota menguasai tiga besar daftar model terlaris, yaitu Toyota Avanza 91.282 unit, Toyota Innova 44.600 unit, dan Toyota Agya 36.029 unit.
Usai melonjak positif dari angka 61.000 unit pada Juli ke 96.000 unit pada Agustus, wholesales bulanan kendaraan di Indonesia kembali turun pada September. Kendati demikian penurunannya cuma sedikit, pada September menjadi 93.000 unit.Honda mengekor di posisi empat bersama HR-V 34.836 unit, lantas diikuti Daihatsu Xenia 32.345 unit dan Daihatsu Ayla 32.337 unit.
Berikut daftar mobil terlaris dari Januari – September:
Toyota Avanza 91.282 unit
Toyota Innova 44.600 unit
Toyota Agya 36.029 unit
Honda HR-V 34.836 unit
Daihatsu Xenia 32.345 unit
Daihatsu Ayla 32.337 unit
Honda BR-V 31.269 unit
Honda Mobilio 30.131 unit
Honda Brio Satya 24.637 unit
Toyota Fortuner 21.397 unit
Baru Sebulan Meluncur, Calya-Sigra Sudah Jadi Mobil Terlaris | PT. Bestprofit Futures Pontianak
Di posisi ketiga, terdapat kembaran Calya yakni Daihatsu Sigra dengan penjualan sebanyak 5.721 unit.Hadirnya Calya dan Sigra memang mampu menarik hati konsumen di Indonesia. Sebab, mobil yang baru diluncurkan pada Agustus lalu di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 itu, dijual dengan banderol lebih murah dari Avanza.
Maklum, keberadaan Calya dan Sigra merupakan sosok dari mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). Dengan harga yang terjangkau, mobil ini menjadi primadona karena memiliki kabin yang mampu menampung tujuh orang penumpang.Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis penjualan otomotif secara wholesale --pabrik ke diler-- pada September 2016. Disebutkan, penjualan secara wholesale turun 3,27 persen, dari 96.291 unit di Agustus 2016 menjadi 93.136 unit pada September lalu.
Meski demikian, dari data tersebut memperlihatkan dalam dua bulan berturut-turut, posisi mobil "sejuta umat” alias Toyota Avanza yang selalu bertengger di urutan paling atas, kini menurun sejak hadirnya Toyota Calya. Tercatat, pada September 2016, penjualan Calya berada di posisi teratas dengan penjualan mencapai 8.832 unit. Sementara Avanza turun menjadi urutan kedua dengan perolehan 8.812 unit.
Mobil LCGC jadi penopang penjualan | PT. Bestprofit Futures Jambi
Penjualan Toyota sampai September 2016 naik 14,2% menjadi 275.071 unit. “Pangsa pasar kami sampai September sudah 36%,” kata Henry Tanoto, Wakil Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) kepada KONTAN, Minggu (16/10).Sampai akhir tahun ini, Henry berharap, Toyota mempertahankan pangsa pasar 33%. Penyokong utama penjualan Toyota adalah LCGC Calya yang dirilis Agustus 2016 lalu. Tiga bulan sejak diluncurkan, penjualan Calya telah mencapai 20.364 unit.
PT Astra Daihatsu Motor mencat prestasi serupa. Sama dengan saudaranya Toyota, penyokong penjualan adalah LCGC Sigra. Tiga bulan sejak meluncur, penjualan Sigra 13.469 unit. "Permintaan Sigra masih tinggi," kata Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and Customer Relation Head Division Daihatsu.Ada pula Honda mencatat kenaikan penjualan 22,4% sepanjang 2016 menjadi 117.849 unit. Penyokongnya adalah low SUV Honda BR-V. “Sejak pertama diluncurkan, BR-V mendapat sambutan yang sangat baik,” kata Jonfis Fandy, Direktur Marketing & After Sales Service PT Honda Prospect Motor (HPM). Dari Januari-September 2016, penjualan BR-V mencapai 31.269 unit dengan pangsa 34%.Sementara merek lain yang memble di tahun ini adalah Ford. Penjualannya anjlok 92,3% menjadi 589 unit. Penjualan Ford turun setelah sang prinsipal angkat koper dari Indonesia awal 2016 dan menunjuk pihak ketiga untuk meneruskan bisnisnya. Merek Amerika Serikat (AS) lain yang jeblok adalah Chevrolet besutan General Motors Indonesia. Sampai September, penjualan Chevrolet turun 50,9% menjadi 31.795 unit. General Motor telah menutup pabrik Chevrolet di Bekasi tahun 2015 silam.
Penjualan merek asal Korea Selatan, Kia Mobil Indonesia juga turun 61,5% menjadi 1.024 unit. Lawindri Liu, Manajer Humas Kia Motors Indonesia belum mau berkomentar soal angka penjualan itu.Penjualan mobil September 2016 belum mampu mengejar penjualan bulan sebelumnya. Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan September hanya 93.136 unit, turun 3,3% dibanding Agustus 2016.Meski begitu, penjualan Januari - September 2016 naik tipis 2,4% menjadi 783.450 unit. Kenaikan penjualan dicatat beberapa Agen Pemegang Merek (APM). Para APM yang mencatat kenaikan penjualan adalah mereka yang memiliki produk rakitan lokal kategori low cost green car (LCGC), yaitu Toyota, Daihatsu, Honda, dan Datsun.
PT BestProfit