Tim putri Jawa Tengah (Jateng) melaju ke babak final cabang olahraga bola basket PON XIX/2016 Jabar setelah di semi final mengalahkan Jawa Timur (Jatim) dengan skor akhir 62-56, Selasa (27/9/2016) di GOR C-Tra Arena, Jalan Cikutra, Kota Bandung.
Pada final besok, Jateng akan berhadapan dengan pemenang antara Jabar kontra DKI Jakarta. Tampil penuh percaya diri, Jateng terus memimpin skor di setiap kuarter.
Pada kwarter pertama, Anggareni Yuni dan kawan-kawan menguasai permainan dan berhasil memimpin 18-8. Selisih poin kembali melebar setelah kuarter kedua berakhir untuk keunggulan sementara Jateng, 31-18. Memasuki kuarter ketiga, pelatih Jatim Hartono terus memberikan instruksi di pinggir lapangan kepada anak asuhnya. Sutjiono Henny dan kawan-kawan berhasil memangkas jarak poin menjadi 10 poiin saja di akhir kuarter ke-3, 44-34.
Wiwid berharap, permainan terbaik anak-anak asuhnya dapat terlihat nanti pada laga final. “Sebagai juara bertahan tentu target kami medali emas. Mudah-mudahan puncak permainan terbaik muncul saat final nanti,” ujarnya.
Dalam kedudukan masih tertinggal, Jatim terus melancarkan variasi serangan dan banyak melakukan lemparan tiga angka. Sementara permainan Jateng mulai kendur di kuarter ke-4 hingga selisih angka semakin pendek yaitu 1 poin saja di sisa waktu 1 menit 30 detik, 56-55. Saat kedudukan ini, sorak sorai pendukung Jatim di tribun penonton kian bergemuruh. Namun, pendukung Jateng tak kalah seru memberi dukungan kepada timnya.
“Pada saat hampir disalip, permainan anak-anak memang sempat kendur. Defense atau bertahannya kurang bagus dan ofensifnya juga banyak dilakukan sendiri-sendiri sehingga banyak kehilangan bola. Saya kembali instruksikan Yuni dan anak-anak untuk bermain terbuka dan serangan balik cepat. Akhirnya berhasil dan poin kembali bertambah dan memenangkan pertandingan 62-56,” papar pelatih Jateng, Xaverius Wiwid, dikutip dari laman resmi PON, Selasa (27/9/2016).
Voli Putri Jabar ke Final, Putra Gagal | PT. Bestprofit Futures Pusat
Jawa Barat harus memupus harapan untuk mengawinkan medali emas bola voli indoor PON XIX setelah langkah tim putranya dihentikan Jawa Tengah 0-3 dalam partai semifinal di Gedung Indoor Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa 27 September 2016. Sementara tim putri yang menundukan Sulawesi Utara 3-0 di semifinal, akan kembali ditantang Jatim di partai puncak.
Ditunggu Jatim yang lebih dulu lolos ke final setelah mengandaskan Papua Barat 3-1, putri Jabar menunjukan kualitasnya sebagai juara bertahan. Tanpa perlawanan berarti, Amalia Fajrina dkk menundukan Aprilia Manganang cs 25-17, 25-18, dan 25-8.
Seusai pertandingan, pelatih Risco mengaku timnya sedikit terbantu oleh sulut yang mampu menyingkirkan DKI di perempatfinal. Dengan pertahanan yang kuat, DKI memang sempat menyulitkan Jabar di babak penyisihan. Meskipun demikian, hal itu tak berarti Risco memandang Sulut sebelah mata. Namun strategi untuk mematikan smes Aprilia memang dinilai lebih ringan ketimbang menembus pertahanan ketat DKI.
Hal senada diungkapkan Amalia yang mengaku tidak terlalu sulit melancarkan smes tajam ke jantung pertahanan Sulut. "Kami juga beruntung memiliki banyak pemain bertipe quicker yang mampu meredam serangan Aprilia," ujarnya.
Di sisi lain, Aprilia pun mengaku bahwa pertahanan Jabar sangat kuat dan rapat. Oleh karena itu ia pun sempat kebingungan dalam melancarkan smes yang hanya menguras tenaga tanpa hasil optimal.
"Jabar memang tim bagus dengan materi dan kemampuan pemain yang merata. Sementara pemain kami rata-rata baru berpengalaman sebatas tingkat Porda. Saya sendiri bingung dengan rapatnya pertahanan Jabar dan sempat frustasi harus ke mana mengarahkan smes," tutur Aprilia.
Hal senada diungkapkan coach Jonathan yang memilih fokus pada perebutan perunggu menghadapi Papua Barat. "Saya sengaja menarik Aprilia di awal gim ketiga agar dia tidak terkuras dan menyiapkan tenaganya untuk perebutan perunggu," katanya.
Sementara itu, tim putra Jabar tak kuasa membendung kekuatan Jateng di semifinal. Mereka pun takluk 21-25, 21-25 dan 19-25. Namun perjalanan hingga semifinal merupakan capaian yang sudah sangat baik mengingat putra Jabar bahkan tak lolos ke 8 besar.
Jatim Jumpa Jabar di Final Basket Putra | PT. Bestprofit Futures Pusat
Tim basket putra Jawa Timur (Jatim) mencatat ulang sejarahnya di Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada PON XIX Jawa Barat (Jabar) 2016 ini, Jatim akan menantang tuan rumah di partai final, Rabu (27/9) besok di GOR C-tra Arena.
Avan Saputra dan kolega melaju ke partai puncak pasca menundukkan Jawa Tengah (Jateng) dengan skor 76-59, Selasa (27/9). Kemenangan ini sangat berarti mengingat Jatim selalu tumbang ketika berjumpa Jateng dalam dua edisi PON terakhir.
Jateng menerima kekalahan ini dengan jiwa besar. Pelatih Jateng, Efri Meldi mengakui jika Jatim bermain lebih baik. Kristianto Halim yang biasanya jarang membuat poin, tampil sangat dominan ketika berhadapan dengan Jateng.
"Dari segi rebound, kami kalah telak. Mereka punya pemain dengan size yang bagus. Liem yang biasanya kurang bagus dalam mencetak poin, kali ini berbeda. Pergerakannya kurang kami antisipasi. Saya sudah coba berbagai macam strategi, namun kami gagal menghentikan Jatim," ujar Efri Meldi.
Tentang persiapan menghadapi Jabar di final, tim pelatih mengkhawatirkan kebugaran timnya. Sebab jeda waktu antara semifinal dan final hanya sehari saja. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari segi teknik. Yang jadi perhatian saat ini adalah kebugaran pemain," ujar asisten pelatih Jatim, Wahyu Budi.
Sayang, tim putri Jatim gagal ke semifinal setelah dikalahkan Jateng dengan skor 62-56. "Start kami lambat. Kami tertinggal dan anak-anak mengikuti ritme permainan lawan. Itu yang membuat mental turun," aku pelatih tim putri Jatim, Hartono.
Best Profit