Untuk 100 pelanggan pertama Courts Megastore yang telah berbelanja dengan nilai minimal Rp 1
juta berhak mendapatkan satu tiket Meet and Greet. Setiap tiket berlaku untuk dua orang.Selain itu, para pelanggan juga berkesempatan memenangi 10 jersey limited edition, serta 10 tiket Meet and Greet dengan cara mengunjungi laman Facebook Courts Megastore Indonesia.Courts Megastore dan Liverpool tak sekadar menyelenggarakan sesi Meet and Greet. Nantinya, mereka juga akan mengadakan acara International Futsal Academy di Citra Futsal Bekasi, 3-4 Desember 2016.
Dalam kegiatan tersebut, 120 pelajar Sekolah Menengah Atas dan panti asuhan yang gemar bermain sepak bola akan diundang mengikuti pelatihan bersama jajaran kepelatihan Liverpool.Peserta International Football Academy akan mendapatkan sertifikat dari Liverpool, yang menunjukkan bahwa mereka sudah mengikuti pelatihan sepak bola ala The Reds. Dua legenda Liverpool FC, Patrik Berger dan Vladimir Smicer, mengunjungi Kota Harapan Indah, Bekasi untuk menghadiri acara Meet and Greet yang diselenggarakan Courts Megastore, Minggu (27/11/2016) siang WIB.
Courts Megastore merupakan pusat elektronik dan furnitur yang telah menjalin kerja sama dengan Liverpool. Kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan sepak bola di kawasan Asia Tenggara, khususnya Singapura, Malaysia, dan Indonesia."Kami ingin membangun kedekatan antara pesepak bola muda dan pesepak bola profesional dunia," ujar Norizani Sani selaku Head of Marketing and Communication PT Courts Retail Indonesia.Demi mewujudkan cita-citanya tersebut, Courts Megastore mendatangkan Berger dan Smicer, dua mantan gelandang asal Republik Ceko yang berjasa mengantarkan Liverpool meraih sejumlah gelar bergengsi.
Berger aktif memperkuat Liverpool pada periode 1996-2003. Pria yang beroperasi di lini sayap atau gelandang serang ini pernah menjuarai Piala UEFA (kini Liga Europa) dan Piala Super Eropa untuk Liverpool pada 2001.Adapun Smicer merupakan salah satu pencetak gol dalam keberhasilan Liverpool menjuarai Liga Champions 2005 secara dramatis di Istanbul, Turki.Kehadiran Berger dan Smicer di Bekasi pun mendapatkan sambutan luar biasa dari para pendukung Liverpool di Tanah Air.
Smicer Sarankan Indonesia Tiru Jerman dalam Membina Sepak Bola | PT Bestprofit Futures Malang
Karena tidak semua tim memiliki kemampuan keuangan yang sama, DFB memberikan insentif program pengembangan pemain muda sebesar 13 juta dolar AS per tahun.Beberapa perintah DFB adalah mewajibkan semua akademi pemain muda memiliki staf pelatih yang bekerja secara penuh, lapangan latihan yang baik, departemen kesehatan terintegrasi dan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk pendidikan pesepak bola.The New York Times menyebutkan DFB sudah memiliki 365 pusat pengembangan pemain muda dengan 1.000 orang pelatih dan 25.000 pesepak bola cilik putra dan putri. Hasilnya, Jerman kini menjadi salah satu negara yang paling disegani di dunia sepak bola.
Dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta orang, sepertiga dari Indonesia, Negeri Bavaria bisa membentuk kesebelasan yang menjuarai Piala Dunia 2014, gelar keempat sepanjang keikutsertaan mereka di kompetisi 4 tahunan itu setelah tahun 1954, 1974, dan 1990.Tim yang berjuluk Der Panzer ini pun bisa menghasilkan pemain-pemain muda ternama seperti Mesut Ozil (bermain di Arsenal), Thomas Muller (Bayern Munchen), Mario Goetze (Borussia Dortmund), Manuel Neuer (Bayern Munchen), Julian Draxler (Wolfsburg), Marco Reus (Borussia Dortmund), Sami Khedira (Juventus).
Legenda Liverpool asal Republik Ceska, Vladimir Smicer, mengatakan Indonesia bisa meniru persepakbolaan Jerman dalam hal pengembangan pemain-pemain muda berkualitas tinggi.
"Jerman rela mengeluarkan modal besar untuk membangun akademi pemain muda," ujar Smicer, yang kini berusia 43 tahun, dalam temu penggemar di Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (27/11/2016).Dia melanjutkan untuk menghasilkan pemain dengan kemampuan istimewa, diperlukan kerja sama semua pihak yang terlibat. Perlu dibangun sebuah sistem yang memang mumpuni untuk itu.
Namun, pemain yang sudah berlaga 121 kali untuk Liverpool sepanjang 1999-2005 dan mencetak 10 gol itu, mengingatkan pula agar Indonesia menemukan ciri khas permainannya sendiri, walau secara konsep dasar bisa saja meniru negara lain.Jerman memang memiliki kebijakan yang sangat baik terkait pemain muda, dimulai sejak 2000 di mana ketika itu Jerman terpuruk di Piala Eropa.Tidak mau lagi jadi bulan-bulanan di Benua Biru, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) harus kemudian membuat sebuah keputusan penting yaitu semua klub profesional harus memiliki akademi pemain muda nomor wahid.
Patrik Berger dan Vladimir Smicer Menolak Jadi Pelatih | PT Bestprofit Futures Malang
Tapi ia menegaskan bahwa sepak bola yang menjadikan dirinya terkenal sekaligus mampu mengenal sisi lain dari belahan dunia ini.Pesepak bola yang memiliki tinggi 185 cm itu pun merasa senang dapat hadir kembali di Indonesia."Salah satu yang saya bisa nikmati dari sepak bola adalah kami bisa menyambangi belahan dunia. Ini kali kedua saya datang ke Indonesia. Dulu sudah pernah, tetapi kala itu saya hanya mengunjungi Bali. Saya sangat terkesan dengan sambutan penggemar sepak bola di sini," kata Berger.Patrik Berger bermain Liverpool sejak tahun 1996 hingga 2003. Pesepak bola yang berposisi sebagai sayap ini telah melakukan laga sebanyak 148 pertandingan dan mencetak 28 gol.
Sementara itu, Vladimir Smicer, yang berposisi sebagai gelandang serang, bermain sebanyak 121 kali sepanjang 1999-2005 dan telah mencetak 10 gol.
Selain mendapatkan sambutan hangat lewat yel-yel You'll Never Walk Alone, penggemar Liverpool juga memberikan pertanyaan pada Patrik maupun Smicer.Dari sekian banyak pertanyaan, ada satu pertanyaan yang cukup menggelitik. Dua pesepak bola legenda Liverpool ini ditanya apakah bersedia diajak menjadi pelatih tim Merah Putih.Pertanyaan ini dilontarkan dengan alasan adanya keinginan yang begitu besar dari penggemar sepak bola di Indonesia agar Tim Nasional Indonesia mampu berkiprah di ajang sepak bola dunia."Saya tidak akan pernah menjadi pelatih. Saya pun tidak akan membuka peluang untuk itu. Terlalu banyak tekanan. Menjadi pelatih bisa menghabiskan waktu saya bersama keluarga. Tetapi, terima kasih atas tawaran itu," ujar Berger.
Dua legenda Liverpool dari Republik Ceska, Patrik Berger dan Vladimir Smicer, memuaskan fans Liverpoold dalam acara Meet & Greet di Courts Megastore Indonesia, kemarin.
Mereka pun didorong-dorong agar mau jadi pelatih Timnas Indonesia.
Jumpa penggemar atau fans Liverpool dengan dua mantan pemain The Reds, Patrik Berger dan Vladimir Smicer, digelar oleh Pusat Elektronik dan Furnitur Courts Megastore Asia di Indonesia di kantor pusat yang berada di Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Minggu (27/11/2016).
Setelah pensiun dari dunia sepak bola, Berger kini lebih banyak menyibukkan diri dengan olahraga golf.
PT BestProfit