"Cara mereka memainkan laga itu adalah taktik yang sangat pintar dari Jose. Kami on fire saat itu dan cara mereka bermain sangat lambat, bertahan, sangat sulit melihatnya," ucap kapten Liverpool itu.
"Mereka membuatnya jadi sangat sulit - lemparan ke dalam, tendangan gawang, mereka melakukannya sangat lambat dan itu memacu semua orang di stadion dan itu menguntungkan mereka karena mereka mendapat hasil yang diinginkan dan berdampak besar dalam upaya kami menjadi juara."Henderson akan punya kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut kala Liverpool menjamu MU yang kini ditangani oleh Mourinho, Senin (16/10/2016).
"Saya benar-benar tidak akan melupakannya, jadi hari Senin akan jadi kesempatan besar, jika kami bisa menjaga performa dan menang, semacam untuk melupakannya," lanjut Henderson."Ini akan jadi pertandingan sulit. United adalah tim yang bagus yang punya beberapa pemain yang sangat bagus dan manajer top. Kami harus siap dengan apapun yang mereka lancarkan," katanya.
Liverpool kini menempati peringkat empat klasemen dengan 16 poin dari tujuh pertandingan. Sementara 'Setan Merah' ada di urutan tujuh dengan 13 poin.
Jordan Henderson punya misi khusus untuk laga melawan Manchester United. Dia ingin membalas Jose Mourinho yang pernah menggagalkan Liverpool juara Premier League.Mourinho yang saat itu masih menjadi manajer Chelsea membawa timnya menang 2-0 saat bertandang ke Anfield di musim 2013/2014. Hasil tersebut pada akhirnya berperan dalam kegagalan Liverpool meraih gelar juara Premier League.
Meski tidak bermain di laga tersebut, Henderson masih ingat betul bagaimana pertandingan itu berjalan. Kendati Chelsea dinilai bermain sangat membosankan dan lebih banyak bertahan, pujian tetap dilayangkan Henderson kepada Mourinho."Saya tidak akan pernah lupa pertandingan melawan Chelsea itu di Anfield ketika kami kalah dan kami sedang mengejar gelar juara. Itu bikin saya frustrasi," ujar Henderson seperti dikutip dari Guardian."Itu bukan pertandingan yang menyenangkan untuk ditonton tapi kredit sepenuhnya untuk Jose. Secara taktik sangat bagus dan dia adalah pelatih hebat, manajer kelas dunia, dan dia sudah menunjukkannya di klub yang pernah dia tangani."
Henderson Ingin Balas Dendam kepada Mourinho | PT. Bestprofit Futures Equity
"Pada akhirnya, keberuntungan berpihak kepada Chelsea dan mereka mendapat hasil yang diinginkan. Itu memiliki dampak besar pada perburuan gelar. Jadi, saya tidak akan pernah lupa," ujarnya.Meski begitu, Henderson memuji Mourinho untuk strategi dan taktiknya."Itu taktik yang sangat baik dari Jose," katanya."Dia adalah pelatih yang hebat. Dia adalah manajer kelas dunia dan telah menunjukkan di setiap klub yang dia latih," kata Henderson.Berdasarkan catatan Transfermarkt, Liverpool dan Manchester United sudah 90 kali berjumpa dalam berbagai kompetisi.Dari 90 pertemuan dengan Setan Merah, Liverpool mendulang 27 kemenangan, 23 kali imbang, dan 40 kekalahan.
Kedua kubu terakhir kali berduel pada babak 16 besar Liga Europa 2015-2016. Saat partai leg pertama di kandang, Liverpool menang 2-0, dan imbang 1-1 saat tampil di Stadion Old Trafford.
Kapten Liverpool, Jordan Henderson, masih ingat saat bagaimana Jose Mourinho ketika melatih Chelsea merusak peluang Liverpool untuk meraih gelar Premier League.Pada musim 2013-2014, Chelsea bermain tandang ke Anfield, markas Liverpool, dan mencatat kemenangan 2-0 dalam pertandingan yang diwarnai blunder tergelincirnya kapten The Reds saat itu, Steven Gerrard. Henderson saat itu absen karena skors.
Kekalahan dari Chelsea itu membuat Liverpool, yang saat itu dilatih oleh Brendan Rodgers, akhirnya gagal meraih gelar Premier League dan menyelesaikan musim dengan dua poin terpaut dari sang juara, Manchester City.Menjelang menghadapi Mourinho dengan klub barunya, Manchester United, Senin (10/17/2016), Henderson, masih ingat dengan memori kelam tiga musim lalu dan ingin balas dendam kepada Mourinho.
"Saya tidak akan pernah melupakan pertandingan melawan Chelsea di Anfield ketika kami kehilangan poin yang akhirnya berujung kegagalan meraih gelar," kata Henderson kepada surat kabar UK, seperti dikutip dari FourFourTwo.com.
Smalling: Liverpool Vs MU, Laga Besar Sebenarnya | PT. Bestprofit Futures Equity
"Ya, inilah laga besar sesungguhnya. Bahkan saat saya pertama kali ke sini, orang menyangka City dan United, padahal sebenarnya MU dan Liverpool persaingan sebenarnya," kata Smalling dikutip dari laman resmi klub, Senin (17/10).
Untuk itu, menurutnya, laga kontra Liverpool Selasa (18/10) dini hari WIB nanti merupakan pertarungan yang amat dinantikan. Dia pun tak menampik, selalu ada tekanan tinggi tiap jelang sampai laga melawan Liverpool berlangsung."Nanti tidak akan jadi laga mudah, terutama bagi kami pemain bertahan. Kami akan melawan tim yang sangat bertenaga dan cepat dalam menekan demikian pula menyerang. Kami harus benar-benar siap," kata dia.
Bek tengah Manchester United (MU), Chris Smalling, yakin laga kontra Liverpool selalu jadi pertandingan paling ditunggu oleh kedua kubu. Smalling mengatakan, orang-orang di luar MU dan Liverpool selalu berpikir rivalitas di Inggris adalah soal United dan tetangganya, Manchester City. Padahal sebenarnya, menurut Smalling, rivalitas di Inggris adalah tentang MU dan Liverpool.
PT BestProfit