PT. Bestprofit Futures Blog

Sejak masa Millenium yang baru, PT. Bestprofit Futures berkeyakinan bahwa perekonomian akan terus semakin membaik. Dengan berlandaskan peraturan dan kebijakan yang telah ada di PT. Bestprofit Futures menetapkan bisnisnya dengan spesifikasi layanan transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.

Official Website

PT Bestprofit Futures
Profil PT Bestprofit Futures
Legalitas PT Bestprofit Futures
Fasilitas dan Layanan
  • DROPDOWN MENU
Home » PT. Bestprofit Futures » Maulwi Saelan, Kisah Heroik Olimpiade, dan PSSI

Maulwi Saelan, Kisah Heroik Olimpiade, dan PSSI

Posted by PT. Bestprofit Futures Blog on Senin, 10 Oktober 2016
Label: PT. Bestprofit Futures

PT. Bestprofit Futures
"Waktu itu (2012) pernah ada yang datang minta pertimbangan bapak soal kisruh PSSI. Dia hanya bilang, segeralah dibereskan! Dulu sepak bola adalah alat perjuangan pemersatu bangsa, kenapa sekarang jadi memecah belah?" ungkap Asha menirukan pernyataan Maulwi.Maulwi juga sempat mempertanyakan skandal korupsi di tubuh FIFA yang menyeret Sep Blatter ke ranah hukum. "Beliau bilang, pengurus sepak bola sudah rusak semua karena termakan uang," tutur Asha.Meski demikian, Maulwi mengaku tidak mau mencampuri konflik PSSI. Ia tidak pernah mau bergabung dengan kubu manapun untuk menjaga keutuhan persatuan.Masa-masa akhir Maulwi dihabiskan dengan membaca buku, aktif di dunia pendidikan (Al Azhar) dan masih getol menyaksikan pertandingan sepak bola lewat televisi.Kondisi fisik Maulwi yang termakan usia mulai menurun drastis sejak Agustus 2016. Ia hanya sanggung berbaring melawan renta yang sulit untuk berkompromi.

Pria kelahiran Makassar 8 Agustus 1926 tersebut akhirnya mulai dirawat secara intensif mulai awal September. Namun, semangatnya masih menyala dan tak sungkan menebar senyum. Itu tergambar jelas ketika CNNIndonesia.com menjumpainya di Rumah Sakit Pondok Indah, 29 September lalu.Meski sudah harus berbaring di rumah sakit, dia selalu ingin pulang ke rumah atau diantar ke Sekolah Al Azhar yang teletak di bilangan selatan Jakarta."Dia masih ingin lakukan banyak hal. Pernah subuh-subuh dia minta diantar ke sekolah. Dia bilang, saya terlalu lama di sini, mau kembali ke sekolah," ucap Asha.Yang menarik, Maulwi masih sempat menyaksikan pertandingan uji coba timnas Indonesia melawaN Malaysia lewat tayangan langsung di televisi, 6 September 2016. Kala itu, Indonesia menang 3-0 atas Malaysia. 

Kiprah timnas Indonesia di Olimpiade Melbourne 1956 menjadi kenangan tak terlupakan para penggawa Merah Putih di zaman itu. Tak terkecuali bagi Maulwi Saelan, sang penjaga gawang yang menjadi benteng pertahanan terakhir.Maulwi bersama sejumlah pemain legendaris seperti Ramang, Djamiat, Him Tjiang, Liong Houw, Kiat Sek, dan Ramlan sebagai kapten, membawa nama Indonesia untuk kali pertama tampil di Olimpiade.Kala itu Indonesia berhasil menahan imbang Uni Soviet yang merupakan salah satu tim terkuat Eropa dan dunia. Maulwi sukses menggagalkan sejumlah peluang dari Igor Netto, Sergei Salnikov, dan Boris Tatushin.Mereka berhasil menahan imbang Rusia tanpa gol, bahkan hingga perpanjangan waktu 2x15 menit. Namun, skuat Garuda akhirnya kalah secara terhormat kepada Uni Soviet dengan skor 0-4 dalam pertandingan ulangan yang digelar 36 jam kemudian."Itu cerita bapak yang paling berkesan. Pengalaman ini selalu diceritakan berulang-ulang kepada rekan-rekannya dengan semangat," kata Asha Wadia Saelan, putera bungsu Maulwi saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, belum lama ini.Kenangan di Melbourne, bagi Maulwi bukan sekadar prestasi olahraga semata. Tapi, bagian dari perjuangan bangsa yang baru merdeka di mata dunia internasional.

"Bagi bapak, sepak bola adalah cara rakyat indonesia untuk berjuang dan sebagai salah satu alat pemersatu bangsa. Karena sepak bola adalah olahraga rakyat dan disenangi semua orang," ujar Asha.
"Bapak selalu menekankan, motivasi pemain bola di zamannya adalah nasionalisme. Tanpa dibayar dan dengan fasilitas seadanya, mereka tampil dengan semangat pantang menyerah."Maulwi tergabung dalam timnas Indonesia era 1954-1958 serta berkontribusi besar dalam keberhasilan Indonesia menembus empat besar Asian Games 1954 dan meraih medali perungggu di Asian Games 1958.Ia sempat menjabat Ketua Umum PSSI pada periode 1964-1967 menggantikan Abdul Wahab Djojohadikoesoemo. Jabatannya kemudian diteruskan Kosasih Purwanegara.Meski tak lagi terlibat dalam kepengurusan PSSI, Maulwi tetap aktif mengamati perkembangan sepak bola nasional. Ia bahkan menyayangkan terjadinya kisruh PSSI, terutama dualisme kepengurusan pada 2012 silam.

"Sesekali bapak kasih komentar. "Itu harusnya bola panjang, nah bagus," ucap Asha menirukan Maulwi yang mengharuskannya berbaring dan menggunakan alat perekam jantung di salah satu ruangan rumah sakit."Secara keseluruhan bapak bilang mainnya sudah bagus. Mungkin karena banyak gol atau sudah lumayan bagus karena sempat 'tertidur' karena sanksi FIFA kemarin? Saya kurang paham deh," ujar Asha sambil terkekeh.Setelah tiga pekan dirawat di RS Pondok Indah, Maulwi sempat dipulangkan ke rumah yang terletak di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Namun, tak lama kemudian fisiknya kembali menurun dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina, Jakarta.Tubuh renta Maulwi pun sudah tak mau kompromi lagi. Ajudan terakhir yang menemani Sukarno di masa-masa kritis itu akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin (10/10)."Bapak sudah dipanggil dengan damai. Semoga semua perjuangannya bisa dilanjutkan kami anak-anaknya dan semua yang pernah mengenalnya," ujar Asha.Jenazah Maulwi rencananya akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (11/10) siang. Selamat jalan penjaga gawang terakhir timnas Indonesia di Olimpiade.

Menpora: Indonesia harus teruskan perjuangan Maulwi Saelan | PT. Bestprofit Futures 

Maulwi Saelan meninggal dunia Senin pukul 18.30 WIB setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, sekitar tiga pekan. Sebelumnya mantan ajudan Presiden Soekarno ini mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah.Selama berkarir di dunia sepak bola, pria kelahiran Makassar, 8 Agustus 1926 ini telah mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional. Bahkan, pria yang juga mantan ajudan Presiden Soekarno itu bermain luar biasa saat mengawal gawang Timnas Merah Putih di Olimpiade Melbourne 1956.Saat itu, Maulwi Saelan sukses menahan gempuran pemain Uni Soviet sehingga timnas mampu menahan imbang 0-0. Padahal, Uni Soviet saat itu merupakan salah satu tim terkuat di dunia saat itu. Prestasi tersebut bisa dikatakan fenomenal dan hingga saat ini belum mampu diimbangi oleh timnas saat ini.

Setelah menyelesaikan karir sebagai pemain sepak bola, Maulwi Saelan mendapatkan amanat untuk menjadi Ketua Umum PSSI pada periode 1964-1967. Meninggalnya total sepak bola Indonesia jelas menjadi perhatian khusus karena beliau merupakan seorang legenda.Ucapan duka cita tidak hanya disampaikan oleh Menpora Imam Nahrawi, namun juga disampaikan oleh mantan pemain timnas Kurniawan Dwi Yulianto. Selain itu juga disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko yang saat ini maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi turut berduka cita atas wafatnya tokoh sepak bola yang juga mantan Ketua Umum PSSI Maulwi Saelan, dan orang nomor satu di Kemenpora itu berharap perjuangannya bisa diteruskan oleh pemuda Indonesia."Kami berduka cita mendalam atas wafatnya tokoh sepak bola Indonesia. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan sabar dan ikhlas melepas kepergiannya. Kita insan sepak bola Tanah Air harus meneruskan perjuangannya," kata Imam Nahrawi dalam pesan singkat yang diterima media di Jakarta, Senin.Menurut dia, almarhum merupakan salah satu legenda sepak bola Indonesia dan kemampuannya sudah tidak diragukan lagi. Untuk itu, dedikasi dan kesungguhannya dalam meningkatkan prestasi sepak bola di Tanah Air harus diteruskan.

Mantan Ketua Umum PSSI Maulwi Saelan Meninggal | PT. Bestprofit Futures 
PT. Bestprofit Futures

Saat itu, Maulwi Saelan sukses menahan gempuran pemain Uni Soviet sehingga timnas mampu menahan imbang 0-0. Padahal, Uni Soviet saat itu merupakan salah satu tim terkuat di dunia saat itu. Prestasi tersebut bisa dikatakan fenomenal dan hingga saat ini belum mampu diimbangi oleh timnas saat ini.Selama menjalani perawatan, almarhum Maulwi Saelan juga sempat dijenguk oleh salah satu calon Ketua Umum PSSI yang juga mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko. Namun, Moeldoko menegaskan kunjungan itu bukan untuk mencari simpati publik.

Sebelum meninggal di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Maulwi Saelan sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah kurang lebih tiga pekan dan kondisi sempat membaik. Namun, kondisinya kembali menurun dan dibawa ke ICU Rumah Sakit Pertamina.Berdasarkan data yang dilansir oleh tim media PSSI, Maulwi Saelan meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina, pukul 18.30 WIB. Ajudan presiden pertama RI Soekarno ini akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada Selasa (11/10/2016).

Mantan Ketua Umum PSSI periode 1964-1970 yang juga salah satu penjaga gawang legendaris Indonesia, Maulwi Saelan, meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, Senin (10/10/2016), setelah sebelumnya menjalani perawatan."Iya, barusan saya mendapatkan kabar," kata mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko seperti dikutip Antara pada Senin.Selama berkarier di sepak bola, pria kelahiran Makassar, 8 Agustus 1926 ini telah mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional. Bahkan, pria yang juga mantan ajudan Presiden Soekarno itu bermain luar biasa saat mengawal gawang Timnas Merah Putih di Olimpiade Melbourne 1956.

BestProfit

0 Response to "Maulwi Saelan, Kisah Heroik Olimpiade, dan PSSI"

← Posting Lebih Baru Posting Lama → Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Social Media

PT Bestprofit Futures

  • PT Bestprofit Futures
  • PT Bestprofit Futures
  • PT Bestprofit Futures
  • PT Bestprofit Futures Pekanbaru
  • PT Bestprofit Futures Banjarmasin
  • PT Bestprofit Futures Medan
  • PT Bestprofit Futures Bandung
  • PT Bestprofit Futures Mayapada
  • PT Bestprofit Futures Malang
  • PT Bestprofit Futures Surabaya
  • PT Bestprofit Futures Pontianak
  • PT Bestprofit Futures Jambi
  • PT Bestprofit Futures Equity Tower
  • PT Bestprofit Futures Pusat
  • PT Bestprofit Futures Pusat

POPULAR POSTS

  • UU Tak Melarang Politisi Jadi Dewan Komisioner OJK
    Presiden akan menetapkan 7 nama sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK | PT Bestprofit Futures Mayapada  Waktu pendaftaran Dewan Komisi...
  • Investor Baru Bursa Bertambah 101.887 SID di 2016
    (BEI) terus memperluas basis pelaku pasar (investor) | PT Bestprofit Futures Pusat "Rasio investor aktif per bulan terhadap total ...
  • Asuransi Didorong Biayai Proyek Infrastruktur
    Tinggal bagaimana kita memfasilitasi agar bisa menguntungkan | PT Bestprofit Futures Equity Jadi dana proyek infrastruktur tidak ha...
  • Dinamika Politik Global Menentukan Pemulihan Ekonomi Dunia
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) dan para panelis dalam Investor Gathering 2017 LPEI | PT Bestprofit Futures  ...
  • Kementan Targetkan 1.000 Toko Tani di Jabodetabek
    Sementara Kementan melakukan penghitungan harga di tingkat petani, Tjahja melanjutkan, pihaknya menentukan harga ritel. Maksudnya, harga ...
  • Ajang Pertemuan Dunia Usaha dan Insan Pers
    Ia optimis kegiatan ini dapat mewujudkan tujuan baik karena pada kegiatan pameran kali ini, dunia usaha berkolaborasi langsung dengan dun...
  • Pemerintah akan Salurkan Bansos ke 1,4 Juta KPM
    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani | PT Bestrpofit Futurse Bandung  "Penyalur...
  • Belanja Pemerintah Rendah, Pertumbuhan Ekonomi 2016 di Bawah Target
    Pada kuartal IV-2016, BPS mencatat pertumbuhan konsumsi pemerintah menurun 4,05 persen. Penurunan ini lebih besar dibanding kuartal sebel...
  • 14.500 Sambungan Jargas Baru Dibangun
    Konsep besarnya jelas Dirjen pemerintah pusa ingin Kalimatan terutma Kaltim mempunya infrastruktur gas yang terintegrasi karena ada sumbe...
  • Pelindo II/IPC Bidik Pendapatan Sebesar Rp10,5 Triliun
    Strategi kedua, kata dia, dengan revenue enhancement. Langkah-langkah peningkatan pendapatan ditempuh dengan cara menambah mitra-mitra ba...

Label

  • PT Beastprofit Futures Surabaya
  • PT Besprofit Futures Bandung
  • PT Besprofit Futures Surabaya
  • PT Bestprofit Futures Pekanbaru
  • PT Bestprofit Futures
  • PT Bestprofit Futures Bandung
  • PT Bestprofit Futures Banjarmasin
  • PT Bestprofit Futures Equity
  • PT Bestprofit Futures Jambi
  • PT Bestprofit Futures Malang
  • PT Bestprofit Futures Mayapada
  • PT Bestprofit Futures Medan
  • PT Bestprofit Futures Pekanbaru
  • PT Bestprofit Futures Pontianak
  • PT Bestprofit Futures Pusat
  • PT Bestprofit Futures Surabaya
  • PT Bestprofit Fuures Pusat
  • PT Bestprofit Pusat
  • PT Bestprofitn Futures Mayapada
  • PT Bestrpofit Futures
  • PT Bestrpofit Futures Bandung
  • PT Bestrpofit Futures Banjarmasin
  • PT Bestrpofit Futures Equity
  • PT Bestrpofit Futures Malang
  • PT Bestrpofit Futures Medan
  • PT Bestrpofit Futures Pekanbaru
  • PT Bestrpofit Futures Pontianak
  • PT Bestrpofit Futures Pusat
  • PT Betprofit Futures Banjarmasin
  • PT Betsprofit Futugres Malang
  • PT Betsprofit Futures Banjarmasin
  • PT Betsprofit Futures Equity
  • PT Betsprofit Futures Malang
  • PT Betsprofit Futures Mayapada
  • PT Betsprofit Futures Medan
  • PT Betsprofit Futures Pekanbaru
  • PT Betsprofit Futures Pontianak
  • PT Betsprofit Futures Pusat
  • PT Betsprofit Futures Surabaya
  • PT. Bestprofit Futures
  • PT. Bestprofit Futures Bandung
  • PT. Bestprofit Futures Banjarmasin
  • PT. Bestprofit Futures Equity
  • PT. Bestprofit Futures Jambi
  • PT. Bestprofit Futures Malang
  • PT. Bestprofit Futures Mayapada
  • PT. Bestprofit Futures Medan
  • PT. Bestprofit Futures Pekanbaru
  • PT. Bestprofit Futures Pontianak
  • PT. Bestprofit Futures Pusat
  • PT. Bestprofit Futures Surabaya
  • PT. Bestprofitn Futures Mayapada
  • PT. Bestsrpofit Futures
Copyright 2014 PT. Bestprofit Futures Blog . All Rights Reserved. Editor Theme By Angga Widianthara. Powered by Blogger