Hanya berselang 8 menit kemudian, Manuel Agudo Duran atau yang lebih dikenal sebagai Nolito berhasil menggandakan keunggulan La Furia Roja, julukan Spanyol, menjadi 2-0 setelah menyambar assist yang dilepas Nacho Monreal.Nolito baru berada di lapangan sekitar 3 menit ketika mencetak gol. Dia masuk pada menit ke-60 menggantikan Victor Machin Perez alias Vitolo.Secara keseluruhan Spanyol benar-benar mendominasi jalannya pertandingan. Sergio Ramos dan kawan-kawan menguasai bola hingga sekitar 75 persen dan kekalahan 0-2 terhitung sudah cukup bagus bagi Albania, yang sebelumnya menang 2-1 atas Macedonia dan 2-0 atas Liechtenstein.
Namun, kemenangan kali ini harus dibayar Spanyol dengan harga mahal lantaran pemain belakang Sergio Ramos harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-80 akibat cedera lutut dan akhirnya digantikan Inigo Martinez Berridi.Sementara itu, Italia menang atas tuan rumah Macedonia dengan skor tipis 3-2 di Stadion Filip II di Skopje, ibu kota negara pecahan Yugoslavia tersebut.Tidak mudah bagi Gli Azzurri untuk memetiik kemenangan di kandang lawan itu. Italia membuka skor pada menit ke-24 melalui gol Andrea Belotti dengan memaksimalkan assist Filippo Bernardeschi yang bertahan hingga babak pertama berakhir.Memasuki babak kedua, tuan rumah bangkit dan membalas dua gol hanya dalam rentang waktu 3 menit. Ilija Nestorovski menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-57 dan 2 menit kemudian Ferhan Hasani, pemain sayap berdarah Albania, membawa Macedonia berbalik unggul 2-1.
Mental juara Italia akhirnya muncul dengan mampu menghasilkan dua gol pada menit-menit akhir pertandingan yang dipimpin wasit Danny Makkelie dari Belanda.Adalah Ciro Immobile yang dua kali menjebol gawang tuan rumah yang dikawal kiper Martin Bogatinov. Pada menit 75 dia membuat Italia menyamakan skor 2-2, dan akhirnya pada injury time dia mencetak gol kemenangan. Kedua gol dengan assist Antonio Candreva. Skor akhir 2-3 untuk Italia.Langkah hebat Spanyol dan Italia gagal diikuti Wales, semifinalis Piala Eropa (Euro) 3 bulan lalu. Di kandang sendiri, Stadion Cardiff City, Gareth Bale dan kawan-kawan yang bermain di Grup D dipaksa imbang 1-1 oleh Georgia.Bale membuka skor untuk tuan rumah ketika pertandingan baru berjalan 10 menit, namun tim tamu mampu memaksakan hasil imbang 1-1 melalui kontribusi gol Tomike Okriashvili saat babak kedua berjalan 12 menit.
Spanyol dan Italia sama-sama mencatat kemenangan di kandang lawan dalam matchday ketiga Grup G Pra-Piala Dunia 2018 Rusia zona Eropa yang berlangsung pada Senin pagi WIB (10/10/2016).
Bermain di Stadion Loro Borici di Kota Shkoder, Albania, Spanyol berhasil mengatasi perlawanan tuan rumah dengan skor 2-0. Dengan demikian, terhentilah langkah Albania yang menang dua kali berturut-turut dalam dua laga awal.Diego Costa, striker yang telah dua kali membela Timnas Brasil dalam pertandingan persahabatan namun kemudian beralih kewarganegaraan dan membela Spanyol, membuka skor untuk tim tamu ketika babak kedua baru memasuki menit ke-10 dengan memaksimalkan assist David Silva.
Lopetegui Terapkan Formasi Baru di Spanyol | PT. Bestprofit Futures Medan
Pelatih Spanyol, Julen Lopetegui menerapkan formasi baru saat Spanyol bertandang ke markas Albania, Stadion Loro Borici, Shkoder, Senin (10/10) dini hari. Lopetegui mulai menggunakan formasi 3-4-3 saat timnya menang melawan Albania 2-0.
Ini menjadi kejutan baru yang dilakukan Lopetegui. Setelah menamatkan era Iker Casillas, Lopetegui telah membuat formasi dengan hanya menempatkan tiga bek di belakang. Menurutnya, seluruh pemain memang tidak diajarkan untuk menerapkan formasi baru itu. Ini murni sebuah eksperimen strategi. Menempatkan tiga bek tengah berada di belakang.Melalui formasi ini, Lopetegui harus bersabar untuk mendapatkan kemenangan di babak kedua. “Kami dengan sabar menunggu momentum mencetak gol, terus bekerja dan mengambil momentum itu,” tutur Lopetegui usai pertandingan melawan Albania dikutip dari Football Espana.
Lopetegui mengatakan, Spanyol memang selalu mendominasi pertandingan. Namun, formasi baru ini membuat pemain tim Matador kesulitan untuk menciptakan peluang mencetak gol, meskipun menguasai pertandingan. Hal itulah yang kemudian diubah lagi oleh Lopetegui dengan memfokuskan pada seluruh pemainnya untuk mencetak gol. Hasilnya, pada babak kedua, Spanyol dapat mencetak dua gol kemenangan untuk memberi ketenangan pada seluruh pemain pada hasil pertandingan kualifikasi. Hasil kemenangan ini membuat Spanyol akhirnya menduduki peringkat pertama klasemen setelah menggeser Albania. “Kami sudah melakukan yang terbaik dan beruntung sukses mencetak gol di awal babak kedua, sehingga kami memainkan pertandingan dengan lebih tenang,”
Costa dan Nolito Pimpin Spanyol Rebut Singgasana dari Albania | PT. Bestprofit Futures Medan
Meski di atas kertas lebih diunggulkan menang, Spanyol harus menunggu hingga babak kedua untuk unggul atas Albania. Adalah Diego Costa yang mampu memecah kebuntuan tim tamu setelah sukses memaksimalkan umpan David Silva.
Setelah gol tersebut, Spanyol terlihat kian nyaman menguasai jalannya pertandingan. Sementara itu, Albania yang lebih banyak mengandalkan serangan balik untuk menekan lawan makin kewalahan merapatkan barisan pertahanan.
Pada menit ke-63, Spanyol berhasil menambah keunggulan melalui pemain pengganti, Nolito. Menerima umpan Nacho Monreal, Nolito melepaskan tendangan akurat ke pojok kanan gawang Albania tanpa mampu dihalau kiper Etrit Berisha.
Albania bukan tanpa peluang. Kesempatan terbaik skuat asuhan Gianni De Biassi tercipta pada menit ke-72. Hanya saja, upaya Odise Roshi masih dapat digagalkan kiper Spanyol, David De Gea. Skor 2-2 tetap bertahan hingga laga usai. Setelah gol tersebut, Spanyol terlihat kian nyaman menguasai jalannya pertandingan. Sementara itu, Albania yang lebih banyak mengandalkan serangan balik untuk menekan lawan makin kewalahan merapatkan barisan pertahanan.
Pada menit ke-63, Spanyol berhasil menambah keunggulan melalui pemain pengganti, Nolito. Menerima umpan Nacho Monreal, Nolito melepaskan tendangan akurat ke pojok kanan gawang Albania tanpa mampu dihalau kiper Etrit Berisha.
Albania bukan tanpa peluang. Kesempatan terbaik skuat asuhan Gianni De Biassi tercipta pada menit ke-72. Hanya saja, upaya Odise Roshi masih dapat digagalkan kiper Spanyol, David De Gea. Skor 2-2 tetap bertahan hingga laga usai.
BestProfit