Dovizioso secara mengejutkan mengalahkan pebalap-pebalap elite lainnya seperti Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Valentino Rossi.
Pebalap asal Italia tersebut berhasil mencatat waktu terbaik 1 menit 45,786 detik atau unggul 0,245 detik dari Marquez yang berada di urutan kedua.
Adapun duo pebalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales dan Aleix Esparago berada di urutan keenam dan ketujuh.
Sedangkan pebalap Monster Yamaha, Bradley Smith, yang baru pulih dari cedera berada di posisi terbawah dengan catatan waktu 1 menit 51,415 detik.
Sirkuit Twin Ring Motegi sendiri menjadi arena favorit bagi sebagian besar pebalap MotoGP. Sirkuit ini terdiri dari enam tikungan ke kiri dan delapan tikungan ke kanan yang bisa dimanfaatkan untuk menyalip lawan.
Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, berhasil menjadi yang tercepat di sesi latihan bebas (free practice) pertama GP Jepang yang berlangsung di Sirkuit Motegi, Jumat (14/10).
Sementara Lorenzo dan Rossi masing-masing berada di posisi ketiga dan keempat dibuntuti Dani Pedrosa yang berada di tempat kelima.
Alasan Marc Marquez Mengubah Gaya Balapnya Musim Ini | PT. Bestprofit Futures Pekanbaru
Perubahan gaya membalap ini dilakukan Marquez setelah dia belajar banyak dari kesalahan yang dilakukannya di musim lalu sehingga gagal menjadi juara dunia."Saya baru berusia 23 tahun dan tahun lalu saya belajar banyak. Saya melihat bila konsistensi benar-benar penting, terutama pada bagian pertama musim ini," terang Marquez.
"Karena pada bagian pertama musim ini Anda tidak pernah memenangkan kejuaraan dan Anda bisa kehilangan gelar juara. Karena jika Anda kehilangan banyak poin jauh lebih sulit mendapatkannya lagi," kata Marquez."Tapi juga jika Anda ingin memenangkan kejuaraan ada beberapa balapan seperti di Aragon, dimana Anda harus mengambil risiko, menekan dan mencoba untuk menang," tutur Marquez seperti diberitakan Crash.
Pembalap Repsol Honda Marc Marquez berpeluang besar menjadi juara dunia MotoGP 2016. Pria Spanyol itu saat ini memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan cukup jauh dari pesaing-pesaingnya.Marquez menjadi satu-satunya pembalap di musim ini yang sudah mendapat poin lebih dari 200. Dengan tersisa empat seri lagi, Marquez unggul 52 poin dari peringkat dua Valentino Rossi dan 66 angka dari juara dunia Jorge Lorenzo.
Keberhasilan Marquez memimpin klasemen pembalap tak lepas dari perubahan gaya membalapnya di musim ini. Marquez kini jauh lebih dewasa. Dia tidak lagi sembrono saat melewati lawan. Beberapa kali Marquez memilih bermain aman jika melihat motornya sudah tidak cukup mumpuni mengejar pembalap terdepan. Padahal di musim sebelumnya Marquez terus memaksakan diri sehingga membuatnya kerap terjatuh dan kehilangan poin.
Valentino Rossi Mengeluh Harus Balapan Tiga Minggu Beruntun | PT. Bestprofit Futures Pekanbaru
Kalender MotoGP di bulan Oktober 2016 ini memang sangat padat.Setelah Motegi, lomba akan langsung dilanjutkan di Phillip Island, Australia, tanggal 23 Oktober 2016.Seminggu kemudian, 30 Oktober 2016, digelar di Sepang, Malaysia.Struktur yang sama, yakni tiga seri beruntun, yang diikukti jeda dua minggu sebelum akhir musim, dipertahankan di kalender 2017.
"Tiga balapan secara beruntun selalu rumit, itu bukan cara terbaik," keluh Rossi, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari Motorsport.com.Siapa pun bisa mengalami masalah kecil di seri pertama dari tiga seri beruntun itu, sehingga harus membayar mahal"Jujur, saya sangat tak suka itu, tiga seri secara beruntun," ungkap Rossi.
Bintang MotoGP Valentino Rossi mengakui sangat tak senang menjalani tiga seri beruntun dalam tempo 15 hari.Keluhan itu disampaikan Rossi dalam jumpa pers menjelang MotoGP Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi, Motegi, Kamis (13/10/2016).
Best Profit