Pep Guardiola tak terlalu lama berstatus "tak terkalahkan" sejak menjadi menjadi manajer Manchester City. Setelah kehilangan kesempurnaan pada laga ke-11, City-nya Guardiola kalah pada laga ke-12.
Meski kalah dari Tottenham, City masih memuncaki klasemen sementara Premier League dengan 18 poin. Mereka cuma unggul satu poin atas Tottenham yang berada di posisi kedua. City selanjutnya akan menjamu Everton setelah jeda internasional, 15 Oktober mendatang.
Tottenham Hotspur menjadi tim yang memberi kekalahan pertama untuk City pada musim ini. Tottenham menundukkan City 2-0 dalam lanjutan Premier League di White Hart Lane, Minggu (2/10/2016), berkat gol bunuh diri Aleksandar Kolarov dan gol Dele Alli.
Itu adalah kekalahan pertama City dalam 12 pertandingan di era Guardiola. The Citizens sebelumnya memetik sepuluh kemenangan beruntun di semua kompetisi sebelum bermain imbang 3-3 dengan Celtic pada tengah pekan lalu.
Guardiola sejak awal menyadari bahwa City suatu saat akan kalah juga. Pria asal Spanyol itu berharap kekalahan ini menjadi bahan pembelajaran untuk timnya pada laga-laga selanjutnya.
"Ini adalah bagian dari pekerjaan kami. Kami mengubah banyak, banyak hal di awal dan ini semua bagian dari proses. Kami tak bisa selalu memenangi semua pertandingan, jadi kadang-kadang ini bisa membantu kami untuk berbenah," ujarnya di situs resmi City.
"Saya di sini untuk melakukan pekerjaan kami dan untuk jadi lebih baik kami harus memproses dan menganalisis apa yang kami lakukan dengan baik dan apa yang tidak baik. Ini baru akhir September, jadi Anda tak bisa membayangkan bahwa tim kami sudah jadi," lanjutnya.
"Mereka sudah menampilkan performa yang menakjubkan sampai sekarang. Kami memang tidak sempurna, tapi tim akan berjuang sampai akhir dan itulah hal yang paling penting," kata Guardiola.
Biang kekalahan City dari Tottenham menurut Guardiola | PT. Bestprofit Futures
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyebutkan timnya kerap kehilangan penguasaan bola yang menjadi penyebab utama kekalahan 0-2 dari Tottenham pada Liga Utama Inggris pekan ketujuh, Minggu. Tottenham memberikan kekalahan pertama untuk City musim ini dengan skor 2-0 lewat gol bunuh diri Kolarov dan Delle Alli.
"Ini bagian dari pekerjaan kami. Kami mengubah banyak hal di awal dan itu bagian dari proses, kami tidak bisa selalu memenangi semua laga sehingga (kalah) kadang-kadang bisa membantu untuk berkembang," pungkas bekas pelatih Barcelona dan Muenchen itu.
"Ini pertandingan yang sulit dan Tottenham tim yang sangat bagus yang berjuang meraih gelar dalam beberapa tahun terakhir. Mereka bermain lebih baik, itu saja. Kami harus mengucapkan selamat kepada mereka," kata Guardiola dilansir dari situs resmi klub, Minggu.
"Kami punya banyak masalah untuk memulai dan kami kehilangan banyak bola saat mereka sangat berbahaya. Kami tidak punya banyak kesempatan untuk menekan karena mereka selalu mengarahkan bola langsung kepada Son (penyerang Tottenham)," lanjut dia.
"Kami tahu mereka akan bermain menekan dan kami ingin melakukannya juga, tapi mereka melakukannya lebih baik," kata Guardiola.Di sisi lain, Guardiola ingin mengambil hikmah dari kekalahan ini untuk mengevaluasi kelemahan timya.
7 Fakta Menarik Usai Tottenham Hantam ManCity | PT. Bestprofit Futures
Kemenangan yang diraih Tottenham atas City, membuat pasukan Mauricio Pochettino jadi sati-satunya tim yang belum terkalahkan hingga pekan ke-7 Liga Inggris. Tak hanya itu, Tottenham juga jadi tim dengan pertahanan terbaik sejauh ini.Hingga pekan ke-7, lini pertahanan Tottenham yang digawangi oleh Toby Alderweireld baru kebobolan tiga gol.
Dilansir BBC, hasil positif ini juga jadi catatan penting bagi pertemuan Pochettino dengan Pep Guardiola. Meski masih kalah pamor, setidaknya Pochettino mampu meraih kemenangan kedua dari 10 pertemuannya dengan Guardiola.Jika sederet catatan positif tercipta bagi Tottenham, catatan negatif justru lahir buat Guardiola dan City. Kekalahan ini jadi yang pertama bagi skuat The Citizens dalam 11 laga di semua ajang. Ini juga jadi kekalahan perdana Guardiola sejak resmi didapuk menjadi manajer anyar City.
Sederet fakta menarik yang terangkum dari berbagai sumber, tersaji usai kesuksesan Tottenham Hotspur mengalahkan Manchester City. The Lilywhites sukses menghentikan laju kencang City, dengan kemenangan 2-0 di White Hart Lane, Minggu 2 Oktober 2016 WIB.
Guardiola gagal menjadi manajer pertama yang berhasil meraih tujuh kemenangan beruntun di semua ajang. Kekalahan dalam laga ini, jadi hasil negatif ketiga beruntun dalam tiga pertemuan terakhir kontra Tottenham.7 fakta menarik usai kemenangan Tottenham atas City:
- Pep Guardiola gagal menjadi manajer pertama Liga Inggris yang sukses menyapu bersih tujuh laga dengan kemenangan.
- Rekor tak terkalahkan City dalam 11 pertandingan di semua ajang akhirnya patah. City gagal menyamai rekor Tottenham di musim 1960/1961.
- Kemenangan Tottenham atas City, merupakan yang ketiga secara beruntun dalam tiga pertemuan terakhir. Musim lalu, The Lilywhites sukses dua kali mengalahkan City baik dalam laga kandang maupun tandang.
- Ini merupakan kemenangan kedua yang dipetik oleh Pochettino kala berjumpa dengan Guardiola. Selama 10 pertemuan dengan Guardiola, Pochettino meraih dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan menelan lima kekalahan.
- Kemenangan atas City membuat Tottenham jadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di ajang Liga Inggris musim ini.
- Clean sheet yang dicatat dalam laga kontra City jadi yang keempat dalam tujuh pertandingan di Liga Inggris. Tottenham juga jadi tim dengan pertahanan terbaik hingga pekan ke-7 Liga Inggris. Sejauh ini, Tottenham baru kebobolan tiga gol.
- Pemain depan Tottenham asal Korea Selatan, Son Heung-Min, senantiasa jadi aktor terjadinya delapan gol dalam tujuh laga terakhir. Son mampu mencetak enam gol dan dua assist dalam tujuh laga terakhir Tottenham.