Posted by PT. Bestprofit Futures Blog on Kamis, 15 September 2016
Cabang selam pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat yang dilombakan di Cirebon dan Indramayu, merupakan salah satu lumbung medali bagi beberapa daerah.
"Kami optimisnya dua medali emas, naik satu emas dibandingkan PON sebelumnya," katanya.
Target emas juga ditetapkan kontingen Papua yang menargetkan untuk bisa mendapatkan dua emas dari cabang selam.
Kontingen Papua diperkuat atlet nasional Margaretha Herawati yang juga mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia dan dunia dalam nomor bifins swimming.
"Dalam cabang selam ada dua kelas yaitu kolam dan laut, kalau yang kolam pertandingannya di Cirebon sedangkan laut di Indramayu," ujar Manager Tim Selam PON Jawa Barat Dodi Abdul Karim, Rabu (14/9/2016).Cabang selam lumayan banyak memperebutkan medali emas, yakni hingga 22 medali emas sehingga menjadi target buruan medali bagi beberapa daerah.
Dodi mengakui bahwa sebenarnya cabang ini bisa dijadikan lumbung medali bagi sejumlah daerah, karena jumlah medali yang diperebutkan itu. Namun, Jabar sendiri hanya menargetkan mendapatkan dua medali emas dalam cabang ini.
Kontingen Papua akan memberikan bonus Rp 600 juta bagi atlet mereka yang berhasil mendapatkan medali emas pada PON 2016 | PT. Bestprofit Futures
“Kalau melihat dari sumber daya manusia, secara fisik kami sudah terbentuk secara alami. Tinggal dipoles dengan menggunakan teknik-teknik olahraga air,” sebutnya.“Tujuan lain agar pada PON selanjutnya di tahun 2020, atlet selam atau renang dari Papua sudah siap tampil. Jadi dipastikan PON Papua kami tidak menggunakan atlet luar,” paparnya.
Disinggung soal target, Papua diharapkan masuk 10 besar pada PON 2016 ini. “Pada PON sebelumnya kami berada di peringkat 15 besar dan PON Jawa Barat ini kami targetkan masuk 15 besar,” tuturnya.Di tempat terpisah, Margaretha Herawati menargetkan ingin menyumbang dua medali emas untuk Papua. Atlet yang akrab disapa Retha ini optimistis akan mendapatkan dua emas pada nomor kolam individu 100 meter dan 200 meter bifins, dan 400 meter estafet bifins. “Setelah di Cirebon saya juga menargetkan emas pada selam nomor laut di Indramayu,”
Wakil Ketua KONI Papua, Jhony Banua Rouw, mengatakan, bonus ini diberikan untuk memberi motivasi kepada atlet yang mengikuti PON. Selain itu, bonus ini juga sebagai bagian dari daerah yang ingin mencetak atlet muda asal Papua. “Untuk medali perunggu maupun perak masih kami hitung,” kata Jhony.
Dia mengatakan, untuk PON kali ini, Papua mengirim 390 atlet yang berlaga di 34 cabang olahraga (cabor). Dari jumlah tersebut, ada beberapa cabor yang menjadi unggulan kontingen Papua, yakni atletik, dayung, menembak, serta renang atau selam.Untuk cabor selam nomor kolam, kontingen Papua mendatangkan atlet renang tingkat dunia, yakni Margaretha Herawati. Menurut Jhony, pihaknya sengaja menggunakan atlet luar Papua dengan tujuan memotivasi generasi muda di Bumi Cendrawasih untuk lebih matang mendalami olahraga air.
Ada Perhelatan PON, Tingkat Hunian Hotel di Kota Cirebon Diprediksi Naik 30 Persen | PT. Bestprofit Futures
Dikatakannya, pengelola hotel sendiri sudah menyiapkan pesta penyambutan pembukaan pada PON 16 September mendatang. Di sampan itu, persiapan lain penyambutan para tamu berupa pelayanan hotel sebaiknya untuk memberi rasa nyaman. Baginya, PON berdampak besar bagi Kota Cirebon khususnya segi ekonomi.“Para atlit tidak dating sendiri. Mereka akan datang bersama tim official dan suporternya, jadi hunian hotel akan meningkat. Para pengelola hotel pun akan disambut sebagai tamu-tamu istimewa karena memberi arti bagi pariwisata Kota Cirebon,” terangnya.
Senada dikatakan Sekda Kota Cirebon, H. Asep Dedi melihat perhelatan PON XIX pada September mendatang adalah peluang ekonomi yang perlu diambil oleh pemkot dan semua pelaku usaha di Kota Cirebon.Mengenalkan potensi Kota Cirebon sebagai kota perdagangan dan jasa ini harus ditunjukan kepada para wisatawan yang menghabiskan waktu banyak di Kota Cirebon.Perhelatan PON dimana Kota Cirebon sebagai tuan rumah pada cabor buluntangkis ini pasti akan mendapat sorotan oleh semua masyarakat Indonesia, karena bulutangkis adalah olahraga popoler yang digemari bukan hanya di Indonesia, namun juga duni internasional.
Sisi peluang ekonomi pada perayaan PON mendatang, sedikitnya akan ada 800 atlet buluntangkis berlaga di GOR Bima. Angka tersebut belum menghitung official, supporter, wasit, penonton dan peninjau. Bahkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan panitia PON agar para tim official daerah untuk menginap di hotel-hotel Kota Cirebon.“Sebanyak 28 provinsi seindonesia akan hadir di Kota Cirebon. Melihat ini, Pemkot jangan sampai kecewa. Saya sendiri menjemput bola ke official tim, agar menginap dan menghabiskan waktunya di Kota Cirebon. Karena yang menjadi tuan rumah itu kota, bukan daerah lain. Tujuannya ada dampak ekonomi bagi tuan rumah penyelenggara PON,”
Dampak dari perhelatan dua venue PON XIX/2016 Jawa Barat di Kota Cirebon, diprediksi mampu meningkatkan sektor perekonomian daerah. Khususnya, tingkat hunian hotel di Kota Cirebon akan meningkat hingga sekitar 30 persen saat perhelatan besar olahraga nasional itu berlangsung.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki memprediksi, setidaknya sepuluh hotel berbintang di Kota Cirebon sudah dipesan untuk dijadikan tempat penginapan atlet dan official tim dari berbgai daerah.
Kota Cirebon yang mengelar dua cabang olahraga, yakni bulutangkis di GOR Bima dan selam nomor kolam di Kolam Renang Catherine itu berdampak positif bagi kenaikan hunian hotel di Kota Cirebon.
“Saya memprediksi, sekitar 20 hingga 30 persen hunian di hotel itu akan meningkat. Saat ini saja 10 hotel berbintang sudah dipesan oleh tim official PON dari berbagai daerah,” katanya kepada fajarnews.com, Rabu (14/9).Angka tersebut, kata pria yang akrab disapa Kiki Reza itu mengatakan, belum dihitung dengan supporter dan tamu undangan dari masing-masing daerah. Kondisi demikian, membuatnya semakin optimis perhelatan dua venue PON di Kota Cirebon memberikan dampak positif.