"Bagi saya, partner Anda adalah musuh utama Anda," sambung pebalap yang sudah mengoleksi sembilan gelar juara dunia tersebut.
Hubungan Rossi dan Lorenzo mengalami pasang dan surut. Sempat menjalani pertemanan harmonis, hubungan kedua pebalap kini memasuki titik yang rendah. Keduanya terlibat perseteruan terbuka, dengan saling melempar kritikan dan sindiran satu sama lain.
Titik nadir dari perseteruan keduanya terjadi pada pengujung musim lalu, tepatnya ketika Rossi menuding Lorenzo berkonspirasi dengan pebalap Honda, Marc Marquez untuk menggagalkan misinya merengkuh gelar juara dunia ke-10.
The Doctor bahkan menyebut Marquez sebagai bodyguard Lorenzo. Gelar juara dunia MotoGP 2015 akhirnya memang menjadi milik X-Fuera seusai memenangi balapan pada seri terakhir di Valencia.
Seusai MotoGP Valencia, hubungan kedua pebalap tak membaik. Rossi dan Lorenzo tetap terlibat perang dingin dan diakui secara terbuka oleh keduanya. Tak ada saling sapa maupun bercanda seperti dulu.
Hubungan mereka memasuki babak baru seusai balapan MotoGP San Marino akhir pekan lalu. Namun, bukannya berdamai mereka malah kembali terlibat adu mulut.
Awal perselisihan baru itu adalah protes Jorge Lorenzo atas aksi overtaking Rossi pada lap kedua MotoGP San Marino yang dinilainya tetlalu agresif. Tentu saja Rossi tak terima dengan tuduhan tersebut. Adu argumen antar kedua pebalap pun tak bisa dielakkan.
Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menganggap rivalitasnya dengan Jorge Lorenzo masuk kategori istimewa. Menurutnya, ada dua alasan khusus mengapa persaingannya dengan X-Fuera berbeda dengan pebalap-pebalap lain.
"Persaingan dengan Lorenzo spesial. Alasannya karena kami berada di tim yang sama dan menggeber motor yang sama," kata Rossi mengenai rivaliitasnya dengan Lorenzo, seperti dilansir Marca, Minggu (30/9/2016).
Tidak Terlalu Cepat, Ducati Keliru Pilih Lorenzo | PT. Bestprofit Futures Medan
Oleha karena itu, pembalap 30 tahun tersebut memberi wejangan agar Lorenzo memperbaiki penampilannya. Jangan sampai ia gagal bersaing dengan pembalap lainnya bersama Ducati di musim depan. “Jorge (Lorenzo) tidak terlalu cepat akhir pekan ini (di Aragon), tidak seperti biasa, tidak seperti dirinya yang biasa.
Saya harap ia berhasil mengubahnya sebelum Februari atau Maret tahun depan,” ujar Crutchlow, seperti dilansir dari Motorsport, Jumat (30/9/2016). “ Jika tidak, maka ia akan benar-benar dalam kesulitan, dan Ducati akan melakukan kesalahan lagi dalam perjudian,” imbuh rider asal Inggris tersebut.
Rider Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, merasa bahwa Ducati keliru memilih Jorge Lorenzo sebagai pembalapnya untuk musim depan. Pasalnya, pembalap berjuluk X-Fuera itu dinilai tidak terlalu cepat. Penampilan kurang memuaskan Lorenzo terlihat saat mengaspal di GP Aragon beberapa waktu lalu. Crutchlow merasa, kecepatan yang ditunjukan rider asal Spanyol itu sangat lambat dan tidak seperti biasanya.
Cal Crutchlow Sempat Ingin Kembali ke Ducati | PT. Bestprofit Futures Medan
“Jika Anda ingin menanyakan kepada Dovi mengenai sosok yang cocok untuk menggantikan (Andrea) Iannone, maka ia akan menyebut nama saya, karena saya sangat mengerti karakteristik motor,” jelasnya.
Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, mengaku dirinya sempat memiliki pikiran untuk kembali membela Ducati pada musim 2017. Bahkan rider 30 tahun itu sempat menawarkan diri kepada Ducati. Crutchlow yakin, jika satu-satunya orang yang bisa menjadi tandem Dovizioso di Ducati adalah dirinya. Pasalnya, rider asal Inggris tersebut sudah mengetahui seluk-beluk motor Desmosedici milik tim yang bermarkas di Bologna, Italia itu.
Namun pada kenyataannya, Ducati memilih pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo untuk menemani Dovi. Oleh karen itu, Crutchlow pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan karier dengan LCR Honda. “Saya sudah memberikan mereka penawaran untuk kembali,” ujar Crutchlow, seperti dinukil dari Motorsport, Jumat (30/9/2016).