Perolehan tiga emas pada hari pertama yang memperlombakan tujuh nomor itu memang sudah sesuai proyeksi matematis tim pelatih renang Jawa Barat. Salah seorang anggota tim pelatih Donny Budiarto Utomo mengatakan, keyakinan terkuat raihan tiga emas dari tujuh nomor pertama memang datang dari nomor 400 meter gaya bebas putra dan putri dan 200 meter gaya ganti perseorangan putra.
"Proyeksi ini berdasarkan pada hasil latihan dan beberapa kejuaraan.
Baik Raina, Fadlan, maupun Triadi memang masih menjadi nomor satu pada nomor 400 meter gaya bebas putra putri dan 200 meter gaya ganti putri. Catatan waktu mereka selalu berkisar pada rekor yang sudah ada," ujar Donny.Raina yang turun pertama kali langsung memompa mental tim Jabar. Performa impresif pada babak penyisihan diulang gadis 20 tahun itu pada perlombaan sebenarnya. Raina finis tercepat dengan catatan waktu 4 menit 21,23 detik yang sekaligus memecahkan rekor PON 2012 atas namanya sendiri 4 menit 22,62 detik.
Namun, ratusan penonton sempat dibuat tegang karena Raina ditempel ketat oleh mantan perenang andalan Jabar yang kini memperkuat Jawa Timur, yakni Ressa Kania Dewi. Raina akhirnya sanggup mempertahankan kecepatan sehingga membuat Ressa harus puas dikalungi medali perak setelah finis di posisi kedua dengan catatan waktu 4 menit 21,32 detik. Medali perunggu diraih oleh perenang Riau, Azzahra Permatahani dengan catatan waktu 4 menit 26,28 detik.
Pada nomor 400 meter gaya bebas putra, derby Jabar terjadi antara dua perenang unggulan, yakni Fadlan Prawira dan Ricky Anggawijaya. Fadlan akhirnya tampil sebagai juara dengan catatan waktu 4 menit 1,57 detik, sedangkan Ricky menguntit di belakangnya dengan catatan waktu 4 menit 3,98 detik. Posisi tiga diraih oleh perenang DKI Jakarta Putra M Randa yang menorehkan catatan waktu 4 menit 5.69 detik.
Setelah secara beruntun meraih medali emas pada dua final, Jabar tidak berdaya pada nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri. Nomor ini didominasi oleh Jatim. Medali emas pada nomor ini jatuh ke tangan perenang andalan Jatim Ressa Kania Dewi yang menaklukkan lomba dengan catatan waktu 2 menit 19,12 detik. Perak direbut oleh perenang Riau Azzahra Permatahani dengan catatan waktu 2 menit 21,72 detik. Jatim juga meraih perunggu melalui Patrisia Yosita 2 menit 23,43.
Jabar kembali menambah emas melalui perenang andalannya pada nomor 200 meter gaya ganti perseorangan putra, Triadi Fauzi. Perenang 25 tahun itu tampil superior dengan catatan waktu 2 menit 2,14 detik atau berselisih sampai 6 detik dari pesaing terdekatnya asal Jatim, Muh Hamgari, yang harus puas mendapatkan medali perak.Catatan waktu Triadi pada babak penyisihan sebenarnya lebih mentereng, yakni 2 menit 2,14 detik. Namun, pencapaian Triadi di PON kali ini tetap cukup untuk memecahkan rekor PON yang sebelumnya dipegang oleh Albert Sutanto dengan catatan 2 menit 7, 27 detik pada 2004. Medali perunggu diraih oleh perenang Jabar, Fadlan (2 menit 8,85 detik).
Cabang olahraga renang menegaskan eksistensinya sebagai sumber raihan medali bagi Jawa Barat. Tiga medali emas sekaligus disumbangkan para perenang di ajang PON XIX 2016 di Kolam Renang Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Rabu 14 September 2016.
Ketiga perenang yang mempersembahkan emas untuk membawa Jabar memimpin klasemen raihan medali itu adalah Raina Saumi Grahana Ramdhani dari nomor 400 meter gaya bebas putri, Fadlan Prawira dari nomor 400 meter gaya bebas putra, dan Triadi Fauzi dari nomor 200 meter gaya ganti perseorangan putra.
Triadi menjadi atlet terakhir peraih medali emas bagi Jawa Barat hari itu. Pada nomor 100 meter gaya dada putri dan 100 meter gaya dada putra, tidak ada utusan Jabar di podium medali. Dua nomor itu menampilkan Riau dan DKI Jakarta sebagai peraih emas. Sumbangan pamungkas didapatkan Jabar dari nomor 4x200 meter gaya bebas estafet putri yang berhasil merebut medali perak setelah kalah dari Jatim.
Tim Jabar Berharap Judo dan Renang Sumbang Tiga Medali Emas Hari Ini | PT. Bestprofit Futures Banjarmasin
Komandan Satlak Jabar Kahiji KONI Jawa Barat, Yunyun Yudiana, Jawa Barat membidik mendulang sembilan medali emas dari 19 yang diperebutkan pada Kamis (15/9/2016). Peluang medali emas bagi Tatar Pasundan terbuka lebar di empat cabang olalraga yaitu drumband, catur, judo, dan renang.
Dari drumband, Jabar membidik satu keping emas.
“Semoga kami bisa meraih 25 persen dari total 75 medali emas yang diperebutkan sebelum pembukaan PON. Kami terus melakukan evaluasi, kami kaji segala kemungkinan yang ada. Jabar Kahiji harga mati,” ucapnya.
Ekspektasi dari catur dua emas, judo tiga emas, dan renang tiga medali emas.“Kami harus tetap fokus. Maksimalkan perjuangan para atlet di lapangan serta mohon doa restu dari seluruh masyarakat Jabar. Insya Allah target bisa diraih. Jika tercapai, Jabar masih aman untuk memimpin klasemen,” kata Yunyun seperti disiarkan situs resmi PON XIX dan Peparnas 2016 Jabar, Rabu (14/9/2016).
Dia menambahkan, tim Satlak Jabar Kahiji sudah memetakan peluang-peluang medali yang bisa diraih Jabar. Bahkan, tim tuan rumah memiliki cabang-cabang andalan yang diharapkan bisa memberikan sumbangsih medali pada dua hari jelang pembukaan PON.
Jabar Pimpin Klasemen Umum dengan Raihan 3 Emas | PT. Bestprofit Futures Banjarmasin
Kontingen Jawa Barat (Jabar) memimpin klasemen umum sementara Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dengan koleksi tiga medali emas, tiga perak, dan satu perunggu. Raihan medali emas itu didapatkan dari cabang renang yang sudah memulai gelaran final untuk tujuh nomor.
Perenang Jawa Timur, M. Hamgari menempati posisi dua sementara perenang Jabar lainnya, Fadlan Prawira harus puas di tempat ketiga. PON XIX baru resmi dibuka pada Sabtu, 17 September 2016 mendatang. Rencananya, Presiden Joko Widodo akan hadir ke Gelora Bandung Lautan Api dan membuka perhelatan olahraga multicabang tertinggi di Indonesia ini.
Posisi dua klasemen umum ditempati Kontingen Jawa Timur dengan raihan dua emas, dua perak, dan dua perunggu. Sementara pada posisi tiga ada kontingen Banten dengan raihan dua medali emas dari cabang drumband atau lomba ketahanan dan ketepatan berbaris.
Keran medali emas Jabar dibuka lewat kemenangan perenang putri, Raina Saumi Grahana Ramdhani dalam nomor 400 meter gaya bebas. Selain menjadi yang tercepat, Raina juga memecahkan rekor PON atas namanya sendiri yang dia catatkan pada PON ke-18 di Riau. Saat itu catatan waktunya 4 menit 22,62 detik. Sementara rekor terbarunya adalah 4 menit 21,23 detik.
Perenang asal Bandung ini memastikan keunggulannya pada jarak 50 meter terakhir. Dia unggul tipis atas pesaingnya, Ressa Kania Dewi, perenang asal Jabar yang sudah memperkuat tim Jawa Timur.
“Alhamdulillah bangga banget bisa memberikan medali emas bagi Jabar. Haru campur senang. Apalagi menjadi orang pertama yang menyumbang medali emas,” ujar Raina.
Ressa finish di posisi dua dengan waktu empat menit 21,32 detik. Sementara di tempat ketiga, perenang asal Riau, Azzahra Permatahani mencatatkan waktu empat menit 26,28 detik.
Medali emas kedua datang dari perenang putra, A. Fadhlan Prawira dari nomor yang sama. Fadhlan mencatatkan waktu 4 menit 01,57 detik. Posisi kedua ditempati Ricky Anggawijaya dengan catatan waktu empat menit 03,98 detik. Sementara di tempat ketiga ada Putra M. Randa asal DKI Jakarta yang finish dengan waktu empat menit 5,69 detik.
Kontingen Jabar menutup raihan medali emasnya dari Triady Fauzi Shidiq lewat nomor 200 meter gaya ganti. Perenang yang gagal menembus Olimpiade Rio 2016 lalu ini memecahkan rekor PON atas namanya sendiri menjadi 2 menit 2,52 detik.