Iwa menjelaskan, kemeriahan acara penutupan tidak akan kalah dibanding saat pembukaan. Konsepnya tetap sama, mengusung hiburan rakyat. Hal itu sesuai dengan pesan dari Jusuf Kalla dan Joko Widodo."Intinya kita kan menggunakan APBD dari akumulasi pajak yang dibayar masyarakat. Tentu acara ini ditekankan sebesar-besarnya untuk menyenangkan dan menggembirakan masyarakat," tutur Iwa.Acara yang akan dipandu Izur Muchtar dan Duta PON XIX/2016 Maria Selena itu dimulai pada pukul 19.30 WIB. Wapres sendiri dijadwalkan tiba di Lanud Husein Sastranegara, Kamis pukul 18.30 WIB untuk kemudian istirahat dan dilanjutkan ke GBLA.
Tepat pukul 19.30 WIB, acara dimulai dengan diiringi paduan suara dari Unpad menyanyikan lagu Indonesia Raya."Setelah itu ada persembahan rampak kendang oleh Samba Sunda dan Seniman Jabar, kemudian dilanjut devile, laporan PON, sambutan wakil presiden dan penutupan dengan penekanan buzzer oleh wapres, menpora, gubernur Jabar, dan KONI pusat," ucap dia.
Selain itu, akan ada penampilan ribuan penari kolosal bertemakan Harmoni Nusantara melibatkan banyak penari dari UPI dan sanggar tari."Acara itu akan sangat meriah dengan menampilkan 30 musisi dari Jabar termasuk Andi /Rif. Itu baru sebagian yang saya sampaikan supaya surprise," tutur dia.Iwa mengatakan, bagi warga yang tidak menyaksikan langsung di GBLA, pihaknya akan menyiapkan big screen di sekitar GBLA. Namun acara tersebut bisa dinikmati lewat tayangan langsung MNC TV dan TVRI.
"Insya Allah penonton tertib tenang dan memanfaatkan hiburan yang luar biasa ini," imbuhnya.
Iwa pun berterima kasih kepada atlet, kru PB PON, KONI pusat, KONI Jabar, serta 34 kontingen PON yang telah menyukseskan PON Jabar. Meski sempat ada dinamika namun secara umum acara berlangsung sukses."Selain itu, terima kasih kepada media untuk masukan dan perbaikan selama gelaran ini," tutupnya.
Upacara penutupan PON XIX/2016 digelar nanti malam, Kamis (29/9/2016) di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung. Penutupan ini mengangkat tema Harmoni Nusantara.
"Jumlah penonton akan sama seperti pembukaan kemarin, ada 21.000 kursi yang disiapkan dan akan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla," ujar Ketua Harian PON XIX/2016, Iwa Karniwa, Kamis (29/9/2016).
PON 2016 - Ada unsur budaya Papua pada penutupan PON XIX | PT. Bestprofit Futures Malang
Menurut dia, upacara penutupan PON XIX/2016 juga tidak akan kalah menarik dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan pada 17 September 2016. "Jadi untuk skenario closing ceremony itu juga tidak kalah meriah dengan saat opening ceremony," ujarnya.
Untuk penonton, kata Iwa, jumlahnya akan sama seperti upacara pembukaan PON XIX yakni disiapkan sekitar 21.000 kursi penonton. "Closing ceremony akan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan yang pasti closing ceremony tersebut tetap mengusung hiburan rakyat. Hal itu sesuai dengan pesan Pak Wapres yang sama halnya dengan Pak Presiden agar penutupan sarat dengan hiburan," kata dia.
Ia menambahkan, untuk warga yang tidak menyaksikan langsung di Stadion GBLA panitia akan menyiapkan layar besar di sekitar lokasi dan juga bisa disaksiakan lewat tayangan langsung MNC TV dan TVRI."Kami mengucapkan terima kasih kepada semua atlet semua pendukung atlet Jabar dan seluruh kru PB PON, KONI pusat, KONI Jabar, 34 kontingen PON yang telah menyukseskan PON bisa berjalan dengan baik," kata Iwa."Walaupun memang ada dinamika selama pelaksanaan tapi ada keberhasilan. Indikatornya terpecahkannya ratusan rekor dan ini ada peningkatan prestasi tentunya," lanjutnya.
Ketua Harian PB PON XIX/2016 Iwa Karniwa menuturkan akan ada unsur budaya Papua pada upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat yang dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis malam.
"Unsur budaya PON itu akan ditampilkan saat penyerahan bendera PON dari Pak Aher selaku Ketua Umum PB PON 2016/Jabar kepada Gubernur Papua Bapak Lukas Enembe yang akan menjadi Ketua Umum PB PON 2020," kata Iwa Karniwa di Bandung, Kamis.
Penutupan PON bakal suguhkan harmonisasi seni modern dan tradisional | PT. Bestprofit Futures Malang
Jika pembukaan kental dengan nuansa Jawa Barat, tetapi penutupan akan lebih menonjolkan rasa Indonesia sesuai tema Harmoni Nusantara. Selama 12 hari bersaing dalam arena, panitia ingin merajut lagi persahabatan dalam panggung penutupan. "Kita ingin menjahit kembali ke-Indonesiaannya," ujarnya.
Ketua Harian PON XIX/2016, Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya menyediakan 21 ribu kursi untuk warga yang sudah menerima undangan. "Skenario tidak kalah meriah dengan pembukaan. Jumlah penonton akan sama seperti pembukaan kemarin, ada 21.000 kursi yang disiapkan dan akan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla," ujar Iwa.
Iwa memastikan, penutupan acara tersebut tetap mengusung hiburan rakyat. Hal itu sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. "Intinya kita kan menggunakan APBD dari akumulasi pajak yang dibayar masyarakat tentu acara ini ditekankan sebesar-besarnya untuk menyenangkan dan menggembirakan masyarakat," ungkap Sekda Jabar itu.
Penutupan PON XIX/2016 Jawa Barat dijanjikan tak kalah meriah dengan pembukaan. Mengusung tema Harmoni, bakal ada perpaduan menarik seni tradisional dan modern.
Seni tradisional bakal ditampilkan, yakni tari Jaipong. Sedangkan unsur modern, panitia menampilkan orchestra dari Negara Ceko hingga musik dugem.
Upacara penutupan kejuaraan empat tahunan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Kamis (29/9) malam ini. Penutupan bakal dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Kita ada orkestra khusus dari Ceko yang mengiringi mojang dari Sumedang Rosa, kita ingin berbeda ya di sini," kata produser pembukaan dan penutupan PON Jabar, Satrya Yanuar, Kamis (29/9).
Best Profit