Pada bulan Juni, Sharapova kemudian dijatuhi hukuman oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) berupa larangan bermain tenis selama dua tahun. Berharap sanksi itu dicabut atau dikurangi, ia lantas mengajukan banding ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga).Setelah empat bulan menunggu, CAS akhirnya memutuskan untuk mengurangi masa hukuman Sharapova, dari tadinya dua tahun menjadi 15 bulan. Itu artinya Sharapova yang sudah absen bermain sejak awal tahun bisa bermain lagi bulan April 2017.
Salah satu alasan CAS mengabulkan banding Sharapova karena petenis 29 tahun itu dinilai tidak sengaja mengonsumsi meldonium, yang sebetulnya sudah dilarang. Sharapova rajin mengonsumsi obat tersebut selam 10 tahun kariernya."Jika dilihat lebih dalam, saya merasa direnggut haknya untuk melakukan sesuatu yang saya cintai dan saya merasa senang bisa mendapatkannya lagi," ujar Sharapova di laman facebook resminya seperti dikutip Reuters.
Maria Sharapova tak perlu lama-lama absen dari dunia tenis. Setelah masa hukumannya dikurangi, Sharapova bisa mengayun raket lagi April tahun depan.
Bulan Maret lalu mantan petenis putri nomor satu dunia tersebut mengungkap dirinya gagal lolos tes doping di Australia Terbuka 2016, setelah positif mengonsumsi meldonium, zat yang dilarang di awal tahun 2016.
"Tenis adalah passion saya dan saya merindukannya. Saya akan menunggu terus hingga bisa kembali ke lapangan," sambungnya."Saya sudah belajar dari kasus ini dan saya harap ITF (Federasi Tenis Internasional) juga begitu," tutupnya.Dalam karier tenisnya Sharapova sudah menjuarai seluruh ajang grand slam yang ada, dengan total koleksi lima gelar juara. Menurut peringkat WTA per 03 Oktober, Sharapova kini menempati peringkat 95 dunia--tak lepas dari aktivitas tenisnya yang sudah tak berjalan.
Dalam Tiga Tahun, CAS Ibarat Penyelamat Karier Petenis | PT. Bestprofit Futures Bandung
Dengan demikian, Sharapova dipastikan bakal tampil di lapangan tenis pada April 2017 mendatang atau sebelum gelaran bergengsi Prancis Terbuka berlangsung pada Mei. Kemungkinan petenis cantik berambut pirang tersebut akan diberikan wildcard untuk bermain di Roland Garros mengingat peringkat dunianya mengalami penurunan ke-95. Sebagai ajang pemanasan kemungkinan Sharapova bakal turun di turnamen Stuttgart Terbuka 2016. Menurut seorang analis BBC Sport, Russell Fuller mengatakan bahwa mantan kekasih Grigor Dimitrov membutuhkan waktu untuk mengasah ketajamannya. Apalagi tahun depan usianya sudah 30 tahun. "Inti dari masalah ini adalah bahwa CAS membuat keputusan yang wajar untuk Sharapova. Dan dalam tiga tahun terakhir, baik Cilic maupun Troicki juga menerima potongan hukuman lantaran ketidaktahuan informasi tentang larangan obat terlarang," ungkap Fuller,
Maria Sharapova bukan atlet tenis pertama yang mendapat keringanan hukuman dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Tiga tahun lalu CAS pernah membuat keputusan yang sama kepada Marin Cilic dan Viktor Troicki. Cilic terbukti mengonsumsi nikethamide setelah melakukan tes usai Munich Terbuka pada April 2013. Saat itu Federasi Tenis Internasional (ITF) menilai petenis Kroasia sengaja mengonsumsi substansi zat terlarang tersebut melalui tablet glukosa Coramine yang telah dibelinya dari apotek.
ITF pun akhirnya menjatuhkan hukuman sembilan bulan. Namun Cilic tak tinggal diam dan ia pun mengajukan banding ke CAS. Usahanya berbuah hasil di mana CAS akhirnya mengurangi hukuman dengan alasan sanksi yang dijatuhkan ITF terlalu berat dan ini dilihat dari pandangan tingkat kesalahannya. Hal serupa juga pernah dialami Troicki. CAS memotong hukuman 18 bulan yang dijatuhkan ITF menjadi satu tahun (12 bulan). Adapun Sharapova mendapat pengurangan hukuman menjadi 15 tahun dari vonis dua tahun yang dijatuhkan ITF.
Presiden Federasi Tenis Rusia Tak Sabar Lihat Sharapova Beraksi | PT. Bestprofit Futures Bandung
Pihak Sharapova pun tak setuju dengan keputusan ITF lantaran hukuman yang diputuskan sangat tidak adil. Lantas mereka mengajukan banding ke CAS. Hasilnya, Sharapova dapat kembali berkompetisi mulai 26 April 2017. Kabar tersebut disambut gembira oleh Tarpishev.
Sebab, pihaknya tak sabar ingin kembali melihat peraih lima gelar Grand Slam tersebut membela Timnas Rusia di Olimpiade. “Ini kabar baik, mereka (CAS) mengurangi hukumannya. Kami inigin Sharapova bermain membela timnas dan memenangi Olimpiade berikutnya bersama kami,” kata Tarpishev mengutip Reuters,
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) akhirnya memotong masa hukuman petenis asal Rusia, Maria Sharapova. Presiden Federasi Tenis Rusia, Shamil Tarpishev, mengaku senang mendengar kabar tersebut. Seperti diketahui, beberapa bulan lalu wanita berusia 29 tahun itu dianggap menggunakan doping, tepatnya meldonium di ajang Australia Terbuka 2016. Alhasil pihak ITF menjatuhkan hukuman dua tahun pada Kamis 9 Juni 2016.